Home DaerahKota SamarindaAngka Pengangguran Stagnan, Disnaker Rombak Strategi Atasi Pengangguran Kota

Angka Pengangguran Stagnan, Disnaker Rombak Strategi Atasi Pengangguran Kota

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pemerintah Kota Samarinda mulai merumuskan ulang arah kebijakan ketenagakerjaan melalui Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD). Kebijakan ini diambil sebagai respons atas Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang dalam beberapa tahun terakhir stagnan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menegaskan bahwa perbaikan pasar kerja tidak bisa lagi mengandalkan pola lama yang bertumpu pada pelatihan teknis semata.

Terlebih komposisi TPT Samarinda tahun 2024 masih didominasi lulusan SMA. Kelompok ini menjadi sorotan karena tidak cukup rendah untuk pekerjaan non-skill, namun tidak cukup siap untuk posisi minimal-skill industri modern.

“Secara data, mayoritas pencari kerja kita berasal dari tingkat pendidikan SMA. Mereka punya semangat, tapi tidak punya sertifikasi yang dibutuhkan industri. Inilah yang ingin kami intervensi secara serius,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

RTKD, kata Yuyum, tidak berdiri sendiri. Ada keterkaitan erat antara ketahanan pangan, pengendalian laju penduduk, hingga kualitas pendidikan. Program Urban Farming yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan misalnya, disebut akan diarahkan bukan hanya menjadi kegiatan pangan rumah tangga, tetapi juga sebagai sumber pendapatan baru keluarga urban.

“Kami ingin menghubungkan semua sektor. Kalau sektor lain menguat, pasar kerja juga ikut bergerak. Jadi urusan tenaga kerja itu bukan hanya tugas Disnaker, tapi seluruh OPD,” tuturnya.

Disnaker menargetkan peningkatan skala upskilling dan reskilling melalui kemitraan dengan BPVP, Disnakertrans Kaltim, hingga PUPR yang memiliki jalur sertifikasi konstruksi BNSP bagi tukang bangunan, pemasang bata, pengecat, hingga pekerja baja ringan. Sertifikasi tersebut dinilai makin vital karena industri tak lagi menerima tenaga kerja tanpa bukti kompetensi.

Ia berharap seluruh rancangan program yang dibahas hari ini dapat tampil dalam Samarinda Dalam Angka 2026 dengan progres yang signifikan, termasuk penurunan TPT yang menjadi target pemerintah kota.

Data existing dan proyeksi tingkat pengangguran terbuka di Kota Samarinda, sebagai berikut:

1. Tahun 2020
– Laki-laki: 8,80 persen
– Perempuan: 7,36 persen
– Jumlah : 8,26 persen
2. Tahun 2021
– Laki-laki: 8,61 persen
– Perempuan: 7,40 persen
– Jumlah : 8,16 persen
3. Tahun 2022
– Laki-laki: 5,20 persen
– Perempuan: 9,52 persen
– Jumlah : 6,78 persen
4. Tahun 2023
– Laki-laki: 5,61 persen
– Perempuan: 6,44 persen
– Jumlah : 5,92 persen
5. Tahun 2024
– Laki-laki: 5,01 persen
– Perempuan: 6,97 persen
– Jumlah : 5,75 persen
6. Tahun 2025
– Laki-laki: 4,85 persen
– Perempuan: 6,75 persen
– Jumlah : 5,57 persen
7. Tahun 2026
– Laki-laki: 4,72 persen
– Perempuan: 6,55 persen
– Jumlah : 5,41 persen
8. Tahun 2027
– Laki-laki: 4,57 persen
– Perempuan: 6,35 persen
– Jumlah : 5,24 persen
9. Tahun 2028
– Laki-laki: 4,41 persen
– Perempuan: 6,12 persen
– Jumlah : 5,05 persen
10. Tahun 2029
– Laki-laki: 4,26 persen
– Perempuan: 5,91 persen
– Jumlah : 4,88 persen

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like