Samarinda, VivaNusantara – Di tengah efisiensi anggaran, Pemprov Kaltim justru berencana mengucurkan anggaran jumbo untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam skema Penyertaan Modal Daerah (PMD), anggaran yang disiapkan Rp50 Miliar untuk tiga BUMD, dengan porsi terbesar mengalir ke PT Migas Mandiri Pratama (MMP).
Sedangkan dua BUMD lainnya yaitu PT MBS yang bergerak di sektor pertambangan, dan 1 perusda lain yang bergerak di bidang Kelistrikan. Meski demikian rencana tersebut justru ditentang oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, dr. Andi Satya Adi Saputra.
Ia justru meminta Pemprov Kaltim untuk menunda alokasi tersebut. Pasalnya saat ini
pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) terkait PT MMP, belum dirampung digodok oleh Komisi II DPRD Kalimantan Timur.
“Pembahasan regulasi itu penting agar memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan dan tujuan perusahaan,” sebut Andi Satya, Rabu (24/5/2025).
Andi Satya turut meminta penjelasan rinci dari PT MMP terkait rencana bisnis perusahaan dan skema penggunaan tambahan modal tersebut dalam mendukung pengembangan usaha mereka.
“Penundaan ini perlu agar semua aspek legal dan bisnis dapat terverifikasi dengan baik demi transparansi dan akuntabilitas anggaran daerah,” ujarnya.
Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni mengungkapkan, keputusan alokasi dana bagi tiga BUMD ini telah melalui jalur formal, proposal, kajian teknis, hingga ekspos di hadapan tim penilai independen. Ia menyebut langkah itu dilakukan agar investasi daerah tidak berujung kerugian.
“Penyertaan modal ini bukan sekadar transfer dana, tapi upaya memperkuat BUMD agar bisa menjadi mesin penggerak PAD,” ungkap Sri Wahyuni, di Hotel Puri Senyiur, Rabu (17/9/2025).
Sri Wahyuni menjelaskan, alasan PT MMP diberi alokasi terbesar atau menjadi prioritas perusahaan ini dianggap memegang peran strategis di sektor migas yang menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim, sehingga perlu diberi suntikan lebih agar dapat bersaiing dengan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama.
“Kalau MMP tidak diberi modal, bagaimana bisa mengelola sumur migas dan memberi kontribusi nyata bagi daerah,” pungkasnya.
Penulis: Ain
Editor: Lisa