Samarinda, VivaNusantara – Permasalahan banjir yang terus berulang di sejumlah kawasan Samarinda kembali memantik sorotan dari wakil rakyat di Karang Paci. Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, menegaskan bahwa banjir tidak hanya dipengaruhu faktor cuaca ekstrem, tetapi aktivitas manusia seperti tambang pun turut merusak lingkungan.
“Kalau kami lihat, banjir ini memang fenomena alam, tapi ada banyak faktor pemicunya, seperti aktivitas tambang ilegal yang tidak ramah lingkungan,” ujar Syarifatul, di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Selasa (27/5/2025).

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah.
Ia menilai perlu langkah serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meninjau ulang izin-izin tambang yang beroperasi, serta memastikan kebijakan pengelolaan tambang tidak menimbulkan bencana ekologis seperti banjir dan longsor.
“Jangan sampai rakyat di bawah terus yang kena imbas,” tegasnya.
Pernyataan Syarifatul sejalan dengan keluhan masyarakat di kawasan rawan banjir. Seperti yang dialami Laras, warga Jalan KH Harun Nafsi Gang Darussalam, Samarinda. Ia menyebut, banjir di wilayahnya sudah menjadi langganan selama 23 tahun. Namun, hingga kini penanganan pemerintah dinilai tidak menyentuh lokasi terdampak secara langsung.
“Perbaikan drainase malah dilakukan di pinggir jalan besar, padahal yang sering kebanjiran itu justru di dalam gang,” ungkap Laras, Rabu (28/5/2025).
Ia juga menyayangkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya pihak kelurahan, yang dianggap tidak pernah meninjau langsung kondisi warga terdampak.
“Selama 23 tahun, bantuan cuma sekali itu pun makan siang. Harapan kami, pemerintah bisa lebih fokus ke gang-gang yang benar-benar butuh penanganan, bukan hanya di tempat yang mudah dilihat,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa