Samarinda, VivaNusantara — Musibah tanah longsor yang terjadi di KM 28 Loa Janan, Kutai Kartanegara, semakin mengkhawatirkan. Akibat bencana alam ini, 6 bangunan dilaporkan roboh dan 20 rumah terdampak longsor.
Berdasarkan penelusuran media ini, setidaknya 16 bangunan mengalami kerusakan paling parah. Salah satunya adalah masjid di sekitar yang kini hanya tersisa separuh dan masih mengalami pergerakan tanah hingga waktu subuh.
Warga menduga penyebab utama longsor ini berkaitan dengan aktivitas tambang di sekitar permukiman. Hasnah, salah satu warga terdampak, menyebutkan bahwa longsor ini terjadi pada pukul 01.00 dini hari.
“Waktu kejadian kami semua sudah tidur. Dulu meski hujan deras tidak pernah seperti ini. Setelah ada kegiatan pertambangan, mulai terjadi kerusakan,” tuturnya saat ditemui, Jumat (16/5/2025).
Tokoh masyarakat setempat, Hj. Mudaini, meminta kejelasan dari pemerintah mengenai penyebab longsor dan kepastian mengenai kelayakan wilayah tersebut untuk dihuni kembali.
“Kami ingin tahu penyebab pastinya, dan apakah daerah ini masih aman untuk ditinggali atau tidak,” ujarnya.
Rahman, perwakilan warga lainnya, menyebutkan bahwa sudah ada komunikasi dengan pihak perusahaan tambang. Ia mengungkapkan bahwa wilayah yang terdampak longsor dikelilingi oleh aktivitas pertambangan.
“Memang pernah ada penelitian dari Universitas Mulawarman (Unmul), tapi belum bisa dipastikan bahwa longsor ini akibat tambang karena dibutuhkan kajian lanjutan,” katanya.
Beberapa warga kini memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara sebagian lainnya masih bertahan dengan kondisi darurat.
Peristiwa ini sebenarnya telah berlangsung cukup lama, namun dalam beberapa minggu terakhir intensitas kerusakannya meningkat signifikan.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil tindakan untuk menelusuri penyebab longsor serta menjamin keselamatan warga yang masih bertahan di lokasi.
Penulis: Intan
Editor: Lisa