Home DaerahKota SamarindaBendungan Lempake Terancam Krisis Air, Distribusi Bisa Terhenti dalam 10-14 Hari

Bendungan Lempake Terancam Krisis Air, Distribusi Bisa Terhenti dalam 10-14 Hari

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Musim kemarau mulai menekan ketersediaan air di Bendungan Lempake, Samarinda. Tinggi muka air (TMA) bendungan terus menurun dan kini berada di bawah kondisi normal.

Jika hujan tak kunjung turun, distribusi air baku dan irigasi diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 10 hingga 14 hari.

Kondisi tersebut disampaikan Kasat Operasi UPB Bendungan Lempake, Erwin Surya Budiman, Rabu (26/8/2026).

Erwin mengatakan, berdasarkan pemantauan terakhir, TMA Bendungan Lempake berada di angka 7,10 meter di atas permukaan laut (MDPL). Kondisi tersebut sudah masuk kategori di bawah normal.

“Untuk menghadapi musim kekeringan, berdasarkan analisa dan perhitungan kami, pelayanan distribusi air, baik untuk air baku maupun irigasi, masih bisa sekitar 10 sampai 14 hari,” ujar Erwin.

Meski debit air terus menyusut, distribusi hingga kini masih berjalan. Namun, apabila dalam dua pekan ke depan tidak terjadi hujan, distribusi air berpotensi dihentikan.

Kondisi Hulu Ikut Mengkhawatirkan

Penurunan debit air tidak hanya terjadi di Bendungan Lempake. Kondisi sumber air di bagian hulu juga mulai mengkhawatirkan.

Erwin menyebut tinggi muka air di Pulau Kewaduk dari arah Pampang pada Rabu pagi hanya sekitar 60 sentimeter. Padahal, dalam kondisi normal, ketinggiannya berada di kisaran 150 hingga 200 sentimeter.

“Di atas juga sedang surut. Jadi memang cukup mengkhawatirkan,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September bahkan Oktober.

Pihak pengelola bendungan pun terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Koordinasi dilakukan bersama PDAM untuk memastikan ketersediaan air baku bagi masyarakat. Sementara kebutuhan air untuk irigasi dikoordinasikan dengan Balai Penyuluhan Pertanian dan pihak terkait lainnya.

Berharap Hujan Segera Turun

Di tengah penurunan debit air, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan.

Erwin berharap hujan segera turun untuk menjaga keberlangsungan distribusi air.

“Kita berharap mudah-mudahan ada hujan. Karena kalau tidak ada hujan, distribusi berpotensi terhenti dalam waktu sekitar 10 sampai 14 hari,” pungkasnya.(*)
Editor : TW

You may also like