Home DaerahKota SamarindaBeredar Bocoran Tim Transisi Kaltim, Tokoh Masyarakat Soroti Dominasi SDM Non-Lokal

Beredar Bocoran Tim Transisi Kaltim, Tokoh Masyarakat Soroti Dominasi SDM Non-Lokal

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Bocoran daftar nama pengisi Tim Transisi Kalimantan Timur Sukses Menuju Generasi Emas yang beredar luas diberbagai grup WhatsApp dan media sosial mendadak jadi perbincangan hangat. Kendati daftar nama tersebut belum dibubuhi tanda tangan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, lembaran tersebut telah memantik beragam reaksi publik. Sebagian menilai langkah itu progresif, namun tak sedikit yang menyayangkan karena dinilai kurang melibatkan potensi lokal.

Tokoh masyarakat Kalimantan Timur, TY menjadi salah satu yang mengkritisi komposisi tim tersebut. Ia menilai, terlalu banyak nama dari luar daerah, bahkan dari Jakarta, sementara sumber daya manusia (SDM) lokal Kaltim tak kalah kompeten.

“Kalau bicara kategori tokoh, di Kaltim ini banyak sekali. Tapi yang jadi persoalan, beberapa nama yang tercantum justru dari Jakarta, seperti Bambang Wijanarko. Nah, itu yang jadi pertanyaan,” ujar TY yang meminta tak disebutkan namanya, Kamis (9/10/2025).

TY menegaskan, Kaltim memiliki banyak SDM unggul dari berbagai latar belakang—akademisi, organisasi masyarakat, partai politik, hingga insan pers. Menurutnya, mereka jauh lebih memahami kondisi sosial, geopolitik, dan kebutuhan masyarakat daerah dibanding tokoh dari luar.

“Potensi lokal kita luar biasa. Kenapa harus dari luar? Apakah mereka paham geopolitika Kaltim? Kalau cuma tahu dari Google, buat apa? Teman-teman di daerah pasti lebih mengerti konteksnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan Kaltim tak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Karena itu, pelibatan SDM lokal menjadi krusial agar arah pembangunan sejalan dengan karakter dan kebutuhan daerah.

TY juga menyoroti risiko jika SDM lokal diabaikan. Menurutnya, hal itu bisa menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari rendahnya partisipasi masyarakat hingga tidak efektifnya program pembangunan.

“Kalau program disusun tanpa memahami konteks lokal, ya hasilnya bisa tidak tepat sasaran. Partisipasi warga pun turun karena merasa tak dilibatkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti potensi ketidakefektifan hingga kegagalan proyek akibat minimnya dukungan masyarakat. TY menilai, tokoh lokal justru lebih tahu bagaimana menggerakkan potensi daerah agar benar-benar menuju generasi emas.

“Kalau kita bawa orang dari luar, apa bedanya dengan investor yang datang mengeruk sumber daya Kaltim lalu pergi? Ini daerah kita, harusnya kita sendiri yang membangunnya,” tandasnya.

TY juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan para penerima beasiswa daerah yang telah menempuh pendidikan di luar Kaltim. Menurutnya, banyak di antara mereka kembali dengan kemampuan tinggi namun belum diberi ruang untuk berkontribusi.

“Mereka itu aset daerah. Sudah dibekali ilmu untuk kembali membangun Kaltim, tapi setelah pulang malah tak dilibatkan. Kalau bukan pemerintah yang beri kesempatan, siapa lagi?” katanya.

Selain soal SDM, TY turut mempertanyakan penggunaan istilah “transisi” dalam pembentukan tim tersebut. Ia menilai terminologi itu sudah tidak relevan karena pemerintahan definitif telah berjalan.

“Masa transisi itu dari selesai pemilu sampai pelantikan. Sekarang kan pemerintahan sudah jalan, bahkan hampir satu tahun. Tapi kok masih disebut transisi lagi?” pungkasnya.

Sementara itu, H.M. Ramadhan, salah satu tokoh Kaltim yang namanya disebut dalam daftar tim transisi, mengaku belum mengetahui pembentukan tim tersebut.

“Saya belum tahu soal itu, belum ada yang menghubungi juga. Jadi saya belum bisa komentar apa-apa,” ujarnya singkat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tommy Pusriadi yang namanya ada dalam SK Personil Tim Transisi. Dirinya mengaku tak ingin banyak berkomentar mengenai perihal tersebut. “Terkait pemberitaan itu, bukan kapasitas saya untuk memberikan keterangan kepada media,” singkatnya.

Seperti diketahui, telah beredar susunan personil tim transisi sukses menuju generasi emas. Sedikitnya ada 25 tokoh yang tertulis dalam lembaran tersebut termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim sebagai pelindung. Dari sejumlah tokoh yang ada, hanya sebagian kecil tercantum tokoh lokal Kaltim.

Penulis : Ain
Editor : Lisa

You may also like