Samarinda, VivaNusantara – Mulai tahun ini Pemprov Kaltim akan menggelonntorkan bantuan seragam gratis, khusus bagi siswa baru kelas 10. Hal ini sebagai salah satu strategi kecil untuk mengatasi ketimpangan, yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di dunia pendidikan.
Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Muhammad Awaludin, mengakui bahwa tahun ini memang masih menggunakan sisa anggaran dari tahun sebelumnya. Sehingga pemberian seragam gratis hanya cukup untuk siswa kelas 10.
“Tapi tahun depan kami pastikan bertambah, menyasar juga kelas 11,” ujar Awaludin, di Kantor Diskominfo Kaltim, Rabu (18/6/2025).
Seragam yang diberikan terdiri atas satu set pakaian nasional (putih-abu), sepatu, dan tas sekolah. Tetapi lebih dari sekadar perlengkapan, seragam ini menjadi identitas kesetaraan, bahwa setiap siswa punya hak yang sama untuk merasa layak di lingkungan sekolah.
Di balik pengadaan massal ini, ada proses komunikasi dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), untuk memastikan bantuan tidak berubah jadi bumerang.
“Kita ingin seragam gratis ini berkualitas dan tepat sasaran. Tak boleh menimbulkan masalah hukum,” jelasnya.
Sementara bantuan menyentuh kebutuhan dasar siswa, pihaknya juga menggagas upaya jangka panjang, melalui sekolah unggulan, di setiap kabupaten/kota. Untuk tahap awal, tiga sekolah dipilih, SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 2 Sangatta Utara, dan SMA Negeri 3 Tenggarong.
Program ini juga akan dikaitkan dengan pemetaan data nasional, menyasar siswa miskin dari kategori Desil I dan II, yang selama ini tertinggal dari akses pendidikan berkualitas.
Sebelumnya, disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Masud, bahwa seragam gratis yang diberikan mencakup topi, baju dan celana. Termasuk sepasang sepatu dan satu tas sekolah. Target penerima paket Gratis Seragam ini diperkirakan mencapai 62.000 siswa.
“Gratis seragam sekolah akan diberikan untuk siswa kelas 10 dan selanjutnya kelas 11,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa