Home DaerahKota SamarindaDiserbu Warga, 560 Gas Melon Digeber di Samarinda Ulu

Diserbu Warga, 560 Gas Melon Digeber di Samarinda Ulu

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang beberapa pekan terakhir menyita perhatian warga Samarinda, direspons Kecamatan Samarinda Ulu bersama Dinas Perdagangan. Upaya dilakukan melalui pendistribusian langsung gas melon kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Sebanyak 560 tabung gas didistribusikan di kawasan Samarinda Ulu. Camat Sujono menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah kegelisahan masyarakat bawah.

“Kegiatan ini mendadak, tapi sangat berarti. Kami tahu sendiri, media sosial ramai keluhan soal kelangkaan gas. Jadi ini betul-betul membantu warga kami,” ujarnya saat ditemui di lokasi pendistribusian, Kantor Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (12/6/2025).

Distribusi kali ini memang tidak sembarangan. Prioritas diberikan kepada mereka yang memiliki kartu tepat sasaran, yaitu kartu distribusi resmi dari Dinas Perindustrian. Sebagian besar dari mereka sebelumnya belum sempat mengambil jatah gas di pangkalan karena saat itu gas di rumah mereka masih tersedia. Namun ketika gas habis, pangkalan justru kehabisan stok.

“Nah, hari ini kami bantu fasilitasi. Petugas pangkalan pun hadir langsung untuk memastikan distribusinya tepat sasaran,” ungkap Sujono.

Selain itu, warga miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun Sistem Sosial Nasional (SSN) juga masuk dalam skema penerima. Mereka cukup membawa KTP dan KK sebagai bukti pendataan.

“Setelah kuota untuk pemilik kartu kendali terpenuhi, kami langsung arahkan untuk warga miskin yang datanya terverifikasi,” kata Camat.

Ia menegaskan, kebijakan ini tidak untuk memanjakan, tapi untuk menjaga agar gas subsidi tetap sesuai tujuannya.

“Gas 3 kilogram ini bukan untuk semua orang, tapi untuk mereka yang memang butuh perlindungan sosial. Kita ingin distribusinya adil dan terukur,” tegasnya.

Saat ditanya soal kelanjutan program ini, Sujono menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan. Ia berharap, sebelum distribusi gas kembali stabil di pasaran, kegiatan semacam ini bisa diulang.

“Selama warga masih kesulitan mendapatkan gas dengan harga wajar, kami akan terus suarakan ke dinas terkait. Operasi pasar murah seperti ini adalah solusi jangka pendek yang sangat membantu,” bebernya.

Salah satu warga Kecamatan Samarinda Ulu, Sumarni mengakui bahwa dirinya sangat terbantu dengan hadirnya operasi pasar ini, mengingat harga eceran gas melon yang biasa ia dapat berkisar di Rp35.000 hingga Rp40.000.

“Alhamdulillah sangat terbantu, biasa di pangkalan bisa sampai 2 minggu tidak dapat sama sekali,” tutupnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like