Home DaerahKota SamarindaDoa Ibu Menembus Langit, Majelis Taklim Ameera Harun Angkat Krisis Pengasuhan Gen Z

Doa Ibu Menembus Langit, Majelis Taklim Ameera Harun Angkat Krisis Pengasuhan Gen Z

by Redaksi
0 comments

Samarinda – VivaNusantara, Majelis Taklim Ameera Harun menggelar kegiatan bertema “Doa Ibu Menembus Langit dan Pengasuhan Generasi Z” sebagai ruang penguatan iman dan kepedulian sosial di tengah tantangan pengasuhan anak dan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rinda Wahyuni Harun, Senin (2/2/2026) di Gedung PKK, Jl Jend. S Parman, Gn Kelua, Samarinda Ulu.

Kegiatan ini turut dihadiri Nova Saefuddin, istri Wakil Wali Kota, serta Ketua Yayasan Sahabat Dakwah Almahyra, bersama para jamaah dan pegiat dakwah. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan reflektif, dengan penekanan pada peran keluarga—khususnya ibu—dalam mendampingi generasi muda di era digital.

Dalam sambutan pembukaannya, Rinda Wahyuni Harun menyoroti beratnya tantangan yang dihadapi orang tua masa kini. Menurutnya, pengasuhan anak tidak lagi sederhana karena harus berhadapan dengan pengaruh teknologi, tekanan sosial, dan perubahan pola komunikasi dalam keluarga.

“Sebagai orang tua, tantangannya hari ini tidak ringan. Kita tidak bisa asal menyebut atau memanggil anak-anak dengan bahasa yang kurang etis ketika marah. Kita harus ingat, setiap kata yang keluar dari lisan orang tua adalah doa,” ujar Rinda.

Ia menegaskan bahwa ucapan orang tua memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter dan kondisi emosional anak. Karena itu, pengasuhan perlu dilakukan dengan kesadaran, kesabaran, serta kasih sayang agar anak tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri.

Selain penguatan iman dan pengasuhan, Yayasan Sahabat Dakwah AlMahyra juga menyampaikan komitmen aksi kemanusiaan. Sejumlah program sosial akan disalurkan, di antaranya pengadaan air bersih bagi masyarakat Palestina, serta bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara di Aceh dan wilayah Sumatera.

Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Ameera Harun diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama yang tidak hanya menumbuhkan spiritualitas, tetapi juga memperkuat empati sosial dan tanggung jawab kolektif dalam menghadapi persoalan pengasuhan dan kemanusiaan.(LS)
Editor : Lisa

You may also like