Samarinda, VivaNusantara — Pengelolaan sampah di Kota Tepian memasuki era baru. Pemerintah Kota Samarinda resmi mulai menghadirkan insinerator ramah lingkungan “e_MAS” sebagai langkah modernisasi pengolahan sampah berbasis teknologi bersih. Dua unit pertama bahkan sudah tiba di Samarinda pada malam tadi, Rabu (19/11/2025) dan langsung di-drop di kawasan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang untuk tahap penataan dan persiapan instalasi.
Secara total, Samarinda akan mengoperasikan 10 unit insinerator mulai akhir 2025. Fasilitas ini akan ditempatkan di kecamatan-kecamatan dengan volume sampah tinggi dan lokasi yang jauh dari TPA Sambutan, sehingga pengolahan bisa dilakukan lebih dekat ke sumbernya.
Anggota Tim Wali Kota Akselerasi untuk Pembangunan (TWAP) kota Samarinda, Sukisman Mejang menjelaskan setiap unit memiliki kapasitas pembakaran sekitar 10 ton per hari, sehingga jika seluruhnya berfungsi penuh, total kapasitas bisa mencapai 100 ton sampah per hari.
Ia menegaskan teknologi ini bersih tanpa asap, tanpa limbah.
“Insinerator ini menggunakan sistem thermal modern yang tidak membuang asap ke udara bebas. Seluruh emisi dialirkan ke empat bak IPAL yang berfungsi menyaring polutan, menetralkan pH, dan menahan partikel berbahaya,” terangnya. Lebih jauh ia menjelaskan, air IPAL juga tidak dibuang ke lingkungan, melainkan disirkulasikan kembali dari bak 1 ke bak 4 secara terus-menerus.
“Dengan teknologi ini, pembakaran berlangsung bersih, minim polusi, dan sesuai standar ramah lingkungan,” TA
Bahkan sisa abu pembakaran tidak dibiarkan menumpuk. Abu tersebut justru menjadi bahan konstruksi, seperti paving block dan pembatas jalan. Langkah ini mendukung pengembangan ekonomi sirkular dan mengurangi residu yang harus masuk ke TPA.
e_MAS: Wadah Edukasi dan Inovasi Teknologi Persampahan
Program ini diberi nama “Insinerator Wadah e_MAS”, yang berarti:
e = Edukasi
M = Masyarakat
A = Anak (pelajar/mahasiswa)
S = Samarinda
Konsep e_MAS dirancang sebagai pusat edukasi. Warga, pelajar, hingga mahasiswa dapat belajar langsung tentang teknologi pengolahan sampah, melihat alur penyaringan asap, hingga memahami bagaimana residu bisa menjadi material bangunan.
Dengan dua unit yang sudah tiba di Loa Bahu dan delapan unit lainnya menyusul, Samarinda resmi melangkah menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berorientasi lingkungan. Program e_MAS menjadi bukti bahwa teknologi dan edukasi dapat berjalan seiring untuk menciptakan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Penulis : Ellysa
Editor : Tw