Home DaerahKota SamarindaEskalator Pasar Pagi Bermasalah, Jam Operasional Dipangkas, Pedagang Keluhkan Dampak Usaha

Eskalator Pasar Pagi Bermasalah, Jam Operasional Dipangkas, Pedagang Keluhkan Dampak Usaha

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Gangguan fasilitas dan pembatasan jam operasional mulai dirasakan pedagang Pasar Pagi Samarinda. Eskalator yang tak berfungsi stabil serta pemangkasan jam aktivitas pasar dinilai menghambat akses pengunjung dan berdampak langsung pada omzet pedagang.

Abi, pedagang jasa servis perhiasan yang telah berjualan sejak 2000, mengatakan kondisi eskalator bukan sekadar mati atau hidup, tetapi tidak pernah benar-benar normal.

“Tidak semua mati, tapi tidak pernah normal. Kadang yang naik jalan, yang turun mati. Di ujung sana kebalikannya. Kadang siang mati, sore baru hidup,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Menurut Abi, gangguan tersebut sudah berlangsung beberapa hari tanpa pemberitahuan dari pengelola pasar.

“Tidak pernah ada pengumuman. Tiba-tiba saja jalan lagi. Kita juga tidak tahu ini sudah diperbaiki atau hanya kebetulan hidup,” katanya.

Kondisi itu membuat akses ke lantai atas terganggu dan memengaruhi arus pengunjung. Eskalator yang tidak konsisten membuat pembeli enggan naik, terutama pelanggan yang membawa barang atau membutuhkan waktu lama untuk bertransaksi.

Sebagai pedagang jasa, Abi menilai pembatasan jam operasional semakin menyulitkan aktivitas usaha.

“Kalau servis perhiasan, orang bisa menunggu lama. Kadang minta selesai hari itu juga. Kalau dibatasi waktu, kami yang repot,” ujarnya.

Abi juga mengeluhkan kebijakan penertiban jam operasional. Menurutnya, pengunjung mulai diarahkan keluar sejak pukul 17.00 Wita melalui pengeras suara, dan pedagang ditegur jika masih melayani pembeli setelah pukul 17.30 Wita.

“Jam lima sudah diumumkan suruh pulang. Padahal pembeli tidak tentu datangnya,” katanya.

Ia menilai kebijakan tersebut belum mempertimbangkan karakter usaha pedagang yang beragam, khususnya pedagang jasa yang membutuhkan fleksibilitas waktu.

Masalah eskalator Pasar Pagi Samarinda sebelumnya sempat viral di media sosial. Video yang beredar memperlihatkan penumpukan pedagang di jalur lift barang akibat eskalator tidak berfungsi, disertai keluhan pedagang.

“Eskalator lantai tujuh mati, mana bisa orang datang kalau begini terus,” keluh seorang pedagang dalam video yang beredar, Minggu (25/1/2026).

Pemkot Beri Klarifikasi

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, mengakui eskalator sempat mengalami gangguan. Namun, ia menegaskan penyebabnya bukan kerusakan mesin, melainkan kesalahan penggunaan.

“Eskalator dipakai untuk mengangkut barang, padahal itu untuk pejalan kaki. Untuk barang sudah ada lift khusus,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh eskalator kini sudah kembali berfungsi dan meminta pedagang serta pengunjung lebih disiplin dalam penggunaan fasilitas pasar.

“Sudah diperbaiki. Ke depan harus digunakan sesuai fungsi agar tidak terulang,” tegasnya.

Senada, Kepala Dinas PUPR Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa sistem eskalator dilengkapi fitur pengaman otomatis.

“Jika ada barang tersangkut, sistem akan mengunci dan berhenti demi keselamatan. Itu proteksi, bukan kerusakan,” ujarnya. (LS)

Editor : Lisa

You may also like