Samarinda, VivaNusantara – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Samarinda, Damingun, menyoroti tantangan besar dunia pendidikan saat ini, khususnya terkait kecanduan gawai di kalangan pelajar.
Ia menyindir kebiasaan baru anak-anak yang sejak bangun tidur langsung menatap layar ponsel, menggantikan rutinitas positif seperti mandi atau membaca.
“Jika dulu bangun tidur langsung mandi, sekarang bangun tidur langsung pegang HP. Dampaknya luar biasa, apalagi ketika anak sudah kecanduan. Ini bukan soal disiplin saja, tapi soal benteng moral,” ungkapnya, dalam lepas kenang angkatan ke-7, di Aula SMP Muhammadiyah 6 Samarinda, Rabu (21/5/2025).
Damingun juga mengingatkan soal bahaya konten digital yang tak sesuai usia. Minimnya pengawasan membuat anak-anak rentan terpapar informasi negatif, termasuk iklan-iklan yang tidak pantas.
“Anak punya HP sendiri, orang tua juga sibuk dengan HP-nya sendiri. Ini pekerjaan rumah kita bersama agar jangan sampai anak-anak kehilangan arah karena kelalaian kita,” tegasnya.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Samarinda, Markuat Sudja’i saat memberikan sambutan dalam momen lepas kenang angkatan 7, di Aula SMP Muhammadiyah 6 Samarinda, Rabu (21/5/2025). (Foto: Ellysa)
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Samarinda, Markuat Sudja’i, menambahkan bahwa momentum kelulusan siswa hendaknya menjadi bahan refleksi bersama, baik bagi sekolah maupun orang tua.
Ia berharap ilmu yang didapat anak-anak selama di sekolah bisa menjadi bekal amal yang bermanfaat, baik di dunia maupun di akhirat.
Markuat menekankan pentingnya pembentukan kemandirian siswa sejak dini. Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman dan tidak mudah rapuh secara mental.
“Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dengan mental kerupuk. Kemandirian harus ditanamkan sesuai usia dan perkembangan mereka. Ini jadi tanggung jawab kita semua sebagai pendidik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di SMP Muhammadiyah 6 Samarinda.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa