Home DaerahKota SamarindaKetimpangan Ekonomi Disorot, Wamendagri Sebut KKMP Lempake Jadi Lokomotif Kemandirian

Ketimpangan Ekonomi Disorot, Wamendagri Sebut KKMP Lempake Jadi Lokomotif Kemandirian

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Hingga saat ini masih terjadi ketimpangan ekonomi antara pusat kota dan wilayah pinggiran Samarinda. Hal ini tak luput menjadi perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat di daerah. Wiyagus berpandangan, penguatan ekonomi daerah tidak cukup bertumpu pada investasi besar dan sektor formal saja. Koperasi, kata dia, merupakan jalan tengah untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang inklusif dan berkeadilan, terutama bagi masyarakat di kawasan pinggiran.

“Kita sering bicara pembangunan ekonomi makro, tapi lupa bahwa fondasinya ada di tingkat komunitas. Koperasi ini bisa menjadi model pemerataan ekonomi berbasis kebersamaan,” ujar Wiyagus, dalam kunjungan kerjanya ke Koperasi Kelurahan Merah Putih Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu (12/11/2025).

Ia juga menekankan bahwa koperasi tidak boleh berhenti pada fungsi simpan pinjam, tetapi harus bergerak menjadi wadah pengembangan usaha bersama. Pemerintah pusat, lanjutnya, siap mendukung melalui program pendampingan, pelatihan digitalisasi, dan fasilitasi akses pembiayaan.

Wiyagus mengamati sejumlah fasilitas koperasi dan berdiskusi dengan pengurus terkait tantangan operasional di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterbatasan modal dan akses ke pasar yang masih dominan dikuasai oleh pelaku usaha besar.

“Kita ingin koperasi bisa berdiri sejajar, bukan hanya bertahan. Ketika koperasi kuat, otomatis masyarakat di sekitarnya ikut tumbuh,” tegasnya.

Kunjungan Wamendagri ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbarui arah kebijakan pengembangan koperasi. Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi kota jasa dan perdagangan, tetapi juga kota yang menumbuhkan ekonomi kerakyatan berbasis solidaritas sosial.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like