Home DaerahKota SamarindaKonflik Tak Berujung Warga vs Developer Syafir Residence, Air Bersih Jadi Sumber Tudingan

Konflik Tak Berujung Warga vs Developer Syafir Residence, Air Bersih Jadi Sumber Tudingan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Konflik antara warga Syafir Residence dan pengembang Bejo Lelono kian memanas. Kasus menguak risiko besar pembelian rumah tanpa melalui bank maupun lembaga keuangan resmi.

Mediasi yang difasilitasi Kelurahan Sempaja Selatan berakhir buntu, meninggalkan persoalan air bersih dan mutu bangunan yang belum terselesaikan. Warga menyoal pemasangan jaringan PDAM yang nilainya mencapai Rp136,5 juta. Mereka mengklaim sejak awal dijanjikan rumah siap air, sementara pihak developer meminta warga ikut menanggung separuh biaya.

Komplek Perumahan Syafir Kelurahan Sempaja Selatan. (Foto: Ellysa)

“Blok rumah kami dijanjikan berbeda-beda, ada yang full siap, ada yang disebut bayar separuh. Ini membingungkan dan merugikan kami,” tegas salah satu perwakilan warga RT 26, Kelurahan Sempaja Selatan, Blok B Perumahan Syafir, Emnas Tri Saputra, ketika ditemui usai mediasi, di Kantor Kelurahan Sempaja Selatan, Jumat (22/8/2025).

Selain persoalan air, mutu bangunan juga dipertanyakan. Garansi rumah hanya diberikan selama tiga bulan, sementara dinding dan struktur bangunan disebut cepat rusak.

“Baru setahun ditempati, retak-retak sudah muncul, tapi perbaikan tidak jelas,” tambahnya.

Lurah Sempaja Selatan, Deddy Wahyudi, mengakui pihak kelurahan tidak mengetahui detail akad jual beli sejak awal. “Sekarang izin langsung lewat OSS, jadi kami tidak tahu kontraknya seperti apa. Begitu ada masalah, baru terungkap,” jelasnya.

Sementara itu, Bejo Lelono selaku pengembang menolak tudingan wanprestasi. Ia mengklaim sudah memenuhi kewajiban sesuai akad, dan menuding sebagian warga justru tidak melunasi kewajiban pembayaran. “Ada yang memanas-manasi suasana. Kami tidak pernah janji semua rumah langsung siap air tanpa tambahan biaya,” tandasnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like