Home DaerahKota SamarindaLakukan Penanganan Longsor Tunnel Samarinda, Satu Unit Bangunan Dibongkar

Lakukan Penanganan Longsor Tunnel Samarinda, Satu Unit Bangunan Dibongkar

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Upaya penanganan pascalongsor di area inlet Tunnel Samarinda terus berlanjut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda baru saja melakukan pembongkaran terhadap satu unit bangunan yang berdiri di atas zona rawan longsor, tepatnya di batas terowongan sisi Jalan Sultan Alimuddin.

Pembongkaran ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan geoteknik dan evaluasi lapangan yang dilakukan sejak Februari 2025 lalu. Bangunan tersebut berada di area yang telah diidentifikasi sebagai zona dengan keberadaan talus deposit material longsoran masa lampau yang berpotensi memicu pergerakan lereng baru, terutama saat curah hujan tinggi.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti membenarkan adanya kegiatan tersebut.

“Iya, satu unit,” jawabnya saat dimintai konfirmasi soal pembongkaran bangunan di batas terowongan melalui pesan singkat, Sabtu (17/5/2025).

Sebelumnya, pada 12 Mei 2025 lalu, terjadi pergerakan lereng di sisi kanan inlet Tunnel Samarinda usai hujan deras yang mengguyur wilayah kota sejak dini hari hingga pagi.

Runtuhan lereng seluas 210 meter persegi dengan volume sekitar 150 meter kubik tersebut memicu respons cepat dari pemerintah untuk mengevakuasi material dan menutup area terdampak sementara.

Berdasarkan hasil investigasi yang melibatkan Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS), serta tim ahli geologi dari LAPI ITB, lokasi tersebut memang menyimpan kerentanan geologis yang dipengaruhi oleh sebaran talus deposit dan kemiringan batuan yang tak stabil.

Langkah-langkah mitigasi pun telah dan sedang dilakukan, mulai dari pemasangan terpal sementara untuk menstabilkan lereng, pembobokan shotcrete yang menggantung, hingga penerapan lapisan pengaman berupa wiremesh dan shotcrete ganda. Pemasangan rockbolt juga menjadi bagian dari skema penguatan lereng secara menyeluruh.

Selain itu, sejak 1 Mei, tim perencana telah melakukan survei lapangan lanjutan untuk menyusun desain penanganan struktur lereng yang lebih permanen.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like