Samarinda, VivaNusantara – Acara bertajuk “Peluang di Era Digital untuk UMKM” dengan hastag berani beraksi, menuai sorotan. Kegiatan digelar ini oleh Akulaku finance sebagai mitra UMKM.
Namun gelaran itu seolah menimbulkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendukung praktik pinjaman online. Visual promosi acara menampilkan foto Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di bagian tengah.
Tak hanya itu, di pojok kiri tampak jelas tulisan “Didukung oleh” dilanjutkan dengan logo resmi Pemprov Kaltim tepat di sebelah tulisan tersebut, seolah memberi sinyal bahwa agenda tersebut adalah bagian dari program resmi pemerintah. Namun hal ini telah dibantah Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Kaltim tidak pernah memberikan dukungan terhadap skema pinjaman online yang dikaitkan dalam kegiatan tersebut. Bahkan, ia menyayangkan panitia acara yang tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan instansi teknis seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltim.
“UMKM itu ranahnya Disperindag. Kalau niatnya baik, seharusnya ada koordinasi. Ini yang kami klarifikasi, tidak ada dukungan resmi sama sekali,” tegas Sri Wahyuni, di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Senin (26/5/2025).
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Nurul, mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM yang diundang sebenarnya diarahkan untuk menjadi mitra marketplace Akulaku. Nurul menyebut, kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Harris, Sabtu (24/5/2025) dengan menggandeng pelaku UMKM lokal.
Dalam praktiknya, Akulaku bukan hanya berfungsi sebagai marketplace biasa, melainkan juga sebagai penyedia layanan keuangan berbasis “paylater” atau beli sekarang, bayar belakangan. Model ini membuat para pelaku UMKM dapat berbelanja barang dagangan atau kebutuhan usaha melalui aplikasi Akulaku, tetapi dengan skema pembayaran yang ditangguhkan, layaknya sistem pinjaman online.
“Ya, seperti model kartu kredit lah,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa