Home DaerahKota SamarindaMacet Kritis, Jalan Abul Hasan Dipaksa Satu Arah Minggu Depan

Macet Kritis, Jalan Abul Hasan Dipaksa Satu Arah Minggu Depan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Lalu lintas di Jalan Abul Hasan kini masuk kategori kritis. Pertumbuhan kendaraan tak sebanding dengan kapasitas jalan, sehingga rekayasa arus pun ditempuh. Mulai pekan depan, ruas tersebut resmi diberlakukan Sistem Satu Arah (SSA).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyebut pelebaran jalan di kawasan padat bukan lagi pilihan. “Kalau bicara pelebaran, itu hampir mustahil di pusat kota. Abul Hasan sekarang sudah berada di level merah, kapasitas jalannya kalah jauh dari jumlah kendaraan. Kalau tidak diubah polanya, kita hanya menunggu jalan itu macet total,” ujar Manalu, Kamis (18/9/2025).

Dalam skema SSA, kendaraan dari arah Jalan KH Khalid tak lagi bisa menembus langsung ke Abul Hasan. Arus dialihkan ke Jalan Diponegoro, lalu diarahkan ke Imam Bonjol dan Basuki Rahmat sebelum kembali masuk. Sedangkan kendaraan dari simpang Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) tetap diperbolehkan melintas.

Perubahan juga terjadi pada pengaturan traffic light simpang RSHD. Siklus lampu dipangkas dari empat fase menjadi tiga, sementara akses lurus dari Abul Hasan ke Jalan Agus Salim ditutup.

“Selama ini simpang RSHD jadi titik macet. Kita ubah pola traffic light, kita kurangi fase, dan kita hilangkan jalur lurusnya. Hasil simulasi jelas: kinerjanya langsung naik beberapa level,” jelas Manalu.

Simulasi Dishub menunjukkan, SSA bisa mengerek kinerja jalan dari level E (kritis) ke level B (lancar). Dengan hasil itu, kebijakan dipastikan berlaku permanen.

“Kalau masih dua arah, macet akan semakin parah dan mengunci kawasan. Dengan SSA, arus lebih teratur, simpang lebih cepat terurai,” tambahnya.

Masyarakat diperkirakan butuh masa penyesuaian. Karena itu, petugas Dishub akan disiagakan dua pekan pertama. Manalu menilai, langkah ini penting agar pusat kota tak benar-benar lumpuh oleh padatnya kendaraan.

“Kita siapkan pendampingan supaya warga tidak bingung. Perubahan ini mungkin terasa berat di awal, tapi jangka panjangnya justru membuat lalu lintas jauh lebih sehat,” pungkasnya.

 

Penulis: Ellysa

Editor: Lisa

You may also like