Home DaerahKota SamarindaMenganut Sistem Pendidikan Bilingual, Kuota SMA Prestasi Masih Terbuka

Menganut Sistem Pendidikan Bilingual, Kuota SMA Prestasi Masih Terbuka

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kawasan Sekolah Terpadu Samarinda yang menggabungkan tiga jenjang pendidikan SDN 028 Sungai Kunjang, SMPN 16 Samarinda, dan SMA Prestasi Samarinda, menjadi salah satu proyek pendidikan ambisius Pemerintah Kota Samarinda. Meski infrastrukturnya telah mendukung sistem pembelajaran modern dan terintegrasi, tantangan justru muncul dari sisi pemenuhan peserta didik, khususnya di jenjang SMA.

Hingga akhir Juli 2025 ini, dari target 75 siswa untuk jenjang SMA, baru 27 siswa yang mendaftar dan mengikuti proses pembelajaran. Padahal, pada jenjang SD dan SMP, kuota masing-masing sudah terpenuhi dengan angka yang sama, yakni 75 siswa. Kondisi ini menimbulkan catatan tersendiri di tengah pujian terhadap kelengkapan sarana dan semangat pendidikan karakter yang diusung oleh sekolah terpadu ini.

Kepala SMA Prestasi Samarinda, Aris Abdillah, menegaskan bahwa pihak sekolah terus melakukan proses rekrutmen siswa, sambil tetap menjalankan pembelajaran di dua kelas yang sudah aktif.

“Memang saat ini baru dua kelas yang terisi, dengan jumlah 27 siswa. Tapi kami tetap optimistis, karena prosesnya masih berlangsung. Kita sedang menunggu arahan lanjutan dari dinas terkait,” ujar Aris, di Kawasan Sekolah Terpadu, Kamis (24/7/2025).

Aris mengapresiasi kunjungan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang sempat berdialog langsung dengan siswa menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, hal ini menjadi bukti keseriusan Pemkot dalam mendorong kualitas global pada sistem pendidikan lokal.

“Pak Wali menekankan dua hal penting, unggul di bidang akademik dan kuat dalam karakter. Anak-anak harus bisa berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, dan juga berperilaku sopan, jujur, serta menjunjung tinggi nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, SMA Prestasi saat ini memiliki 9 ruang kelas, 17 guru pengajar, 4 tenaga tata usaha, dan 1 kepala sekolah. Total 22 tenaga kependidikan ini telah siap menjalankan visi besar sekolah yang digadang-gadang menjadi percontohan sistem pendidikan terpadu di Samarinda.

Namun, persoalan pengisian siswa bukan satu-satunya hal yang sedang dalam proses. Pendampingan kurikulum, pelatihan guru, hingga penyediaan materi ajar dari pihak mitra seperti Grup Mentari juga belum seluruhnya rampung.

“Kami masih menunggu kelanjutan pendampingan dari pihak mitra. Sebelumnya sudah dilakukan seleksi murid dan guru, ke depan akan berlanjut ke penguatan pengajaran dan kurikulum,” tutur Aris.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa SMA Prestasi tidak hanya bertumpu pada kecakapan akademik, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, etika, dan tanggung jawab sosial. “Sekarang ini kita tidak kekurangan anak-anak yang pintar, tapi yang jujur dan berintegritas itu masih langka. Maka itulah yang kita coba bangun di sekolah ini,” tandasnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like