Samarinda, VivaNusantara – Memasuki tahun ajaran baru, aktivitas belajar mengajar di Sekolah Terpadu akhirnya mulai terlihat. Berlokasi di Jalan Jakarta, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, terdiri dari SD Negeri 028, SMP 16 dan SMA Prestasi.
Rencananya sekolah ini didorong menjadi percontohan untuk selurub satuan pendidikan, di bawah kewenangan Pemkor Samarinda. Selain fasilitas yang mendukung berstandar internasional, seluruh siswa diwajibkan menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.
Namun keberadaan Sekolah Terpadu sendiri nyatanya belum sepenuhnya diresmikan oleh Pemkot Samarinda. Sebab bangunannya sendiri belum sepenuhnya rampung khususnya untuk gedung SMA Prestasi yang nantinya akan berstatus swasta.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun baru saja melakukan tinjauan di sekolah tersebut. Setelah mengitari seluruh kawasan Sekolah Terpadu, ia mengakui kondisi fisiknya sudah hampir memenuhi seluruh indikator sebagai lingkungan belajar berstandar global.

Potret Sekolah Terpadu. (Foto: Ellysa)
“Lanskap-nya bagus, fasilitasnya sudah top. Kalau saya harus kasih nilai, saya beri 9,7. Hanya ada beberapa catatan kecil yang sifatnya minor, dan itu akan kita perbaiki di sisa kontrak maupun masa pemeliharaan,” tegas Andi Harun, usai meninjau lokasi, Kamis (24/7/2025).
Namun, ia menekankan bahwa nilai tinggi itu harus sejalan dengan orientasi besar sekolah, mencetak generasi emas Samarinda. Ia ingin sekolah ini bukan hanya unggul secara fisik, tapi juga kuat dalam membentuk karakter dan kecerdasan siswa.
Ia menilai, model pendidikan terpadu harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cemerlang di bidang akademik dan penguasaan bahasa asing, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur.
“Saya juga minta guru dan kepala sekolah memberi teladan setiap hari. Jangan sampai siswa meniru hal yang buruk dari kita,” ujarnya mengingatkan.
Terkait peresmian, ia memastikan baru akan dilakukan setelah pekerjaan rampung dan evaluasi akhir diselesaikan.
“Saya sudah arahkan agar minggu depan dilakukan paparan evaluasi. Kita ingin semua detail terpenuhi, termasuk hal-hal yang sebelumnya belum terperhitungkan dalam desain,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, membenarkan bahwa masih ada beberapa catatan teknis dari Wali Kota, terutama soal kerapian estetika.

Potret fasilitas di Sekolah Terpadu. (Foto: Ellysa)
“Yang jadi perhatian seperti sisa-sisa cat, pemasangan paping block yang kurang rapi, dan batu-batu yang belum dibereskan di taman. Itu akan kita tuntaskan maksimal sampai akhir masa kontrak,” ungkap Asli.
Asli juga menjelaskan bahwa sistem pembelajaran di Sekolah Terpadu sudah berjalan aktif sejak beberapa bulan lalu. Namun yang membedakan adalah penguatan karakter dan kemampuan berbahasa asing yang ditekankan lebih dalam.
“Secara kurikulum sama dengan sekolah negeri lainnya. Tapi di sini kita tambah penguatan, misalnya bahasa Inggris, bahkan mungkin nanti Mandarin. Tentu semua bertahap, kita evaluasi sesuai perkembangan,” jelasnya.
Meskipun belum seluruhnya sempurna, Pemerintah Kota Samarinda menyatakan komitmen penuh untuk menyempurnakan sekolah ini secara bertahap, baik dari sisi infrastruktur, kurikulum, hingga mutu pengajaran.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa