Home DaerahKota SamarindaMenjelang Nataru, Samarinda Berpacu Amankan Pasar dan Keamanan Kota

Menjelang Nataru, Samarinda Berpacu Amankan Pasar dan Keamanan Kota

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Perkembangan situasi keamanan, kondisi pasokan pangan, dan kebutuhan kesiapsiagaan bencana kembali menjadi sorotan di Samarinda. Wali Kota Andi Harun menegaskan bahwa setiap potensi gangguan perlu ditangani sejak awal, agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi warga.

Pengamanan Nataru bukan lagi soal patroli rutin atau penertiban insidental, melainkan operasi terstruktur yang menghubungkan TNI–Polri, perangkat pemerintah kota, dan unsur penegak hukum lain dalam satu komando.

“Kami ingin suasana menjelang pergantian tahun benar-benar terkendali. Gangguan seperti minuman keras, balap liar, dan potensi keramaian tidak sehat harus diredam sejak sebelum malam puncak,” ujar Andi Harun, Rabu (10/12/2025).

Pemkot telah memetakan titik-titik yang kerap menimbulkan kerawanan di setiap akhir tahun, mulai dari area hiburan malam, jalur padat arus masuk kota, hingga lokasi yang biasa digunakan untuk konvoi.
TNI–Polri mendapat mandat khusus untuk menjaga jalannya ibadah Natal dan menutup celah ancaman keamanan selama malam pergantian tahun.

Selain aspek pengamanan, sektor ekonomi menjadi komponen penting dalam strategi Nataru tahun ini. Pemkot Samarinda memberi perhatian khusus pada komoditas yang rentan mengalami lonjakan, seperti beras, gula pasir, cabai, dan BBM.

Pengawasan dilakukan langsung ke distributor dan jaringan ritel modern. Tujuannya memastikan rantai pasok berjalan tanpa spekulasi dan tidak ada upaya penimbunan barang.

“Kami tidak beri ruang untuk permainan harga. Jika ada distributor yang mencoba menahan stok atau menaikkan harga secara tidak wajar, Polresta dan kejaksaan sudah punya langkah antisipasi,” tegas Andi Harun.

Ia menilai stabilitas pangan tidak boleh hanya dijaga untuk kebutuhan Nataru, tetapi juga harus menjaga ritme kestabilan menuju Ramadan dan Idulfitri 2026.

Menjawab pertanyaan mengenai titik perayaan Tahun Baru, Andi Harun menegaskan bahwa pemerintah tetap menggunakan Teras Samarinda, sebagai lokasi utama pertunjukan kembang api.

Keputusan membatasi hanya satu titik bukan tanpa alasan. Pemkot ingin menghindari konsentrasi massa yang berlebihan di beberapa lokasi sekaligus serta menekan risiko kebakaran akibat penggunaan kembang api di area yang tidak terkontrol.

“Hanya Teras Samarinda yang kita izinkan untuk pertunjukan kembang api. Lokasi lain kita imbau tidak mengadakan kegiatan serupa karena risiko keselamatan terlalu besar,” tutupnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like