Samarinda, VivaNusantara – Kepastian pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur akhirnya terjawab. Agenda strategis untuk memilih ketua baru masa bakti 2026–2030 dipastikan akan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyampaikan bahwa tahapan menuju Musorprov akan diawali dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pemangku kepentingan olahraga di daerah.
“Rencananya setelah Lebaran. Sebelumnya kami akan menggelar Rakor sebagai bagian dari persiapan Musorprov,” ujar Rusdiansyah Aras kepada wartawan.
Terkendala Dana, Tunggu Realisasi Hibah 2026
Rusdiansyah menjelaskan, penjadwalan Musorprov turut mempertimbangkan kesiapan anggaran. Saat ini, KONI Kaltim masih menunggu realisasi dana hibah murni tahun 2026 sebesar Rp16,5 miliar.
Menurutnya, kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya berkonsultasi dengan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kaltim, M. Faisal.
“Terus terang, saat ini KONI belum memiliki dana untuk menyelenggarakan Musorprov. Sisa dana hibah 2025 sebesar Rp1,3 miliar sudah kami kembalikan ke kas daerah,” ungkap Rusdi.
Ia menambahkan, jika Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) telah ditandatangani, maka seluruh tahapan Musorprov akan segera dipercepat. “Informasinya awal Maret sudah bisa direalisasikan. Begitu NPHD beres, langsung kita jalan,” tegasnya.
Rusdiansyah Aras Pastikan Tidak Maju Lagi
Dalam kesempatan tersebut, Rusdiansyah juga menegaskan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua KONI Kaltim untuk periode kedua. Keputusan itu disebutnya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas belum tercapainya target lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir.
Meski demikian, Rusdi mengakui terdapat peningkatan signifikan dalam capaian prestasi. Secara statistik, perolehan medali Kaltim meningkat 54 persen dibanding PON 2021 Papua, serta naik 12 persen dibanding PON 2016 Jawa Barat.
“Walaupun ada progres, saya menilai sudah saatnya estafet kepemimpinan diberikan kepada figur baru agar pembinaan olahraga Kaltim bisa melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Bursa Calon Mulai Menghangat
Meski Musorprov masih beberapa bulan lagi, dinamika politik olahraga mulai terasa. Di internal insan olahraga Kaltim, sudah beredar dua inisial nama kuat yang digadang-gadang bakal bersaing memperebutkan kursi Ketua KONI Kaltim, masing-masing berinisial S dan A.
Selain kursi ketua, posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) juga disebut mulai menjadi perhatian. Tiga nama yang disebut-sebut masuk radar calon ketua antara lain:
Akhmad Albert, Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kaltim
Adnan Faridhan, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kaltim
Rony Pangajoang, Sekretaris Umum Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kaltim
Dengan mundurnya Rusdiansyah Aras dari bursa pencalonan, Musorprov KONI Kaltim mendatang diprediksi menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru pembinaan olahraga prestasi Kalimantan Timur menuju level nasional yang lebih kompetitif. (rd)
Editor : TW