Samarinda, VivaNusantara — Ancaman jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah masih menjadi perhatian serius. Meski Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda rutin melakukan pembinaan dan pengawasan, pemerintah menilai pengelolaan kantin dan penjual makanan di sekitar sekolah perlu lebih diperhatikan oleh pihak sekolah sendiri.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan pengawasan jajanan di sekolah dilakukan tidak sekadar menegur atau memeriksa, tapi juga memberi pendampingan bagi pengelola kantin agar makanan yang dijual aman dan bergizi. Melalui kegiatan itu, sekolah yang dinilai memenuhi standar kesehatan kemudian diberikan sertifikasi pangan sekolah.
“Kami melakukan pengawasan dan pembinaan secara rutin di sekolah-sekolah. Ada pengaturan jam makan dan juga sertifikasi bagi sekolah yang memenuhi standar kesehatan,” jelasnya, Rabu (8/10/2025).
Namun, Ismed mengakui pengawasan belum bisa menjangkau seluruh sekolah di Samarinda. Banyaknya jumlah lembaga pendidikan membuat pihaknya menggunakan pendekatan berbasis sampling dengan fokus pada sekolah yang dinilai paling membutuhkan pendampingan.
“Tidak semua sekolah bisa kami jangkau sekaligus. Jadi kami ambil sampel di beberapa sekolah yang memang perlu perhatian lebih. Tapi sejauh ini pembinaan dan pengawasan sudah kami lakukan secara maksimal,” tambahnya.
Menurut Ismed, sejauh ini tidak ditemukan kasus serius terkait gangguan kesehatan akibat jajanan sekolah. Kondisi ini, kata dia, menandakan adanya peningkatan kesadaran dari sekolah maupun pedagang dalam menjaga kebersihan pangan.
“Kalau bicara kasus, sampai sekarang tidak ada. Justru bagus karena kita lebih fokus pada pencegahan. Intinya bukan menunggu kasus muncul, tapi bagaimana anak-anak tetap sehat dari awal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perhatian terhadap pola makan anak di sekolah berkaitan erat dengan pencegahan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi di masa depan.
“Sekarang ini banyak penyakit degeneratif muncul dari pola makan yang tidak sehat sejak kecil. Makanya kita tekankan pembiasaan makan bergizi dan membatasi gula sejak dini,” ungkapnya.
Ismed berharap pihak sekolah juga berperan aktif dalam memastikan jajanan yang beredar aman dan bergizi, agar upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah bisa berjalan lebih efektif.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa