Samarinda, VivaNusantara – Pergerakan tanah menyebabkan tiga bangunan di kawasan Loa Hui, RT 42, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, ambruk pada Jumat (6/2/2026) siang. Peristiwa longsor yang terjadi di Jalan Kurnia Makmur itu sempat memicu kepanikan warga.
Usai kejadian, warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan di sekitar lokasi. Kekhawatiran akan potensi longsor susulan masih membayangi, mengingat kondisi tanah yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Longsor terjadi sekitar pukul 12.10 Wita, saat hujan rintik mengguyur kawasan tersebut. Ketua RT 42, Mustari, mengatakan peristiwa diawali suara retakan dari salah satu bangunan.
“Awalnya terdengar bunyi seperti retakan. Anak-anak yang berjaga melapor ada suara aneh. Setelah saya cek, keramik dan semen sudah mulai pecah,” ujar Mustari.
Menyadari bangunan dalam kondisi tidak aman, warga segera mengeluarkan seluruh barang dari dalam bangunan. Tak lama berselang, suara retakan semakin kuat hingga bangunan ambruk disaksikan warga sekitar.
“Barang-barang sempat kami selamatkan. Setelah itu terdengar gemuruh dan bangunannya langsung jatuh,” katanya.
Akibat kejadian ini, tiga bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat, yakni kantor RT, pos penjagaan satpam, serta satu unit warung. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Biasanya malam hari ada yang berjaga di situ. Kalau kejadiannya malam, risikonya bisa lebih besar,” tambah Mustari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda, Edy Susanto, menyebut longsor dipicu pergerakan tanah di bawah bangunan yang diperparah oleh hujan.
“Dari asesmen sementara, terdapat pergerakan tanah di bawah bangunan. Diduga ada aliran air bawah tanah yang melemahkan struktur,” jelas Edy.
Ia menambahkan, hujan yang turun sejak malam sebelumnya juga memicu longsor di sejumlah titik lain di Kota Samarinda.
“Sejak tadi malam hingga siang ini, kami menerima sekitar empat laporan longsor. Lokasi ini termasuk yang paling parah,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengimbau warga untuk tidak melintasi jalur di bawah area longsor dan meminta pengurus lingkungan segera mengajukan surat permohonan kajian teknis lanjutan.
“Kami minta jalur bawah tidak dilalui karena kondisinya sudah berlubang. Untuk rumah di sekitar lokasi, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri sementara,” tegas Edy.
BPBD masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan longsor lainnya guna mengantisipasi pergerakan tanah lanjutan apabila hujan kembali turun.