51
Samarinda, VivaNusantara — Hujan sedang hingga lebat mengguyur Kota Samarinda sejak siang, Rabu (22/10/2025). Akibatnya, sejumlah wilayah tergenang, terjadi tanah longsor, dan beberapa pohon tumbang.
Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan cuaca ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. BMKG Kaltim memperkirakan hujan disertai petir dan angin kencang akan berlangsung hingga pukul 14.30 Wita.
“Kami sudah menerima laporan awal dari Info Taruna Samarinda dan relawan di lapangan mengenai banjir di puluhan titik serta kejadian longsor dan pohon tumbang,” ujar Suwarso.
Pantauan Info Taruna Samarinda (ITS-TRC) pukul 13.00 Wita mencatat genangan di sedikitnya 27 titik, termasuk Jalan Juanda, Tengkawang, Rapak Indah, Suryanata, Kampung Pinang, Lempake Gunung Kapur, Kadri Oening, HM Ardan (SMP/SMA 1), Jalan Pasundan, Padat Karya Sempaja, Letjen Suprapto, PMI, Mugi Rejo, Gerilya, Cipto Mangunkusumo, APT Pranoto, H. Nusirwan Ismail, dan Pramuka.
Selain genangan, terdapat beberapa kejadian pohon tumbang dan atap rumah warga yang terbang, di antaranya Jalan Antasari 2 Gang 1, kawasan pergudangan Ir. Sutami, dan Juanda 8 Gang Jambu 6.
Tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa titik:
1.Jalan Wiratama Gg. Nyiur III, Kel. Air Hitam, menimpa satu warga yang berhasil diselamatkan.
2.RT 8 Kelurahan Sempaja Selatan, tanggul jebol di belakang perumahan Vilatamara dekat Kampus Biru.
3.Belakang UMKT, Jalan Anggur, longsoran menutup sebagian akses jalan.
“Dari laporan awal, tinggi muka air rata-rata mencapai 30 hingga 70 sentimeter, terutama di kawasan dataran rendah seperti Juanda, Air Putih, dan Sempaja,” jelas Suwarso.
Data terbaru BPBD pukul 16.20 Wita menunjukkan 12 titik masih tergenang dengan ketinggian air 20–50 sentimeter. Lokasinya antara lain Kebun Agung (Kelurahan Mugirejo), Jalan P. Suryanata, P. Antasari, D.I Panjaitan, Simpang Sempaja, Fly Over Juanda, Mugirejo, Rapak Indah, Cipto Mangunkusumo, Simpang Remaja, A. Yani, dan Untung Suropati.

Potret rumah di Pinang Bahari yang longsor pada Rabu (22/10/2025). (Foto: Facebook Kelurahan Sungai Keledang))
Jumlah titik longsor meningkat menjadi tujuh lokasi: Jalan Batu Cermin, Juanda 4, Wiratama, Kadrie Oening, Wolter Monginsidi, Kadrie Oening RT 51 Perum Bengkireng, dan Perum Pinang Bahari Blok B4 di Samarinda Seberang. Empat kejadian pohon tumbang tercatat di Jalan Ir. Sutami, Juanda 8, A.W. Syahranie, dan Pasundan, serta satu atap rumah terbang di Jalan P. Antasari Gang 1, Kelurahan Air Putih.
“Seluruh tim TRC, relawan, dan petugas Pusdalops sudah dikerahkan untuk menangani pohon tumbang dan membantu warga terdampak. Kami juga terus memantau kondisi air di wilayah rawan genangan,” tutur Suwarso.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap hujan susulan karena curah hujan masih tinggi hingga malam hari.
“Warga yang tinggal di lereng dan bantaran sungai diharapkan lebih berhati-hati,” tegasnya.
Laporan dihimpun dari Pusdalops PB BPBD Kota Samarinda, Info Taruna Samarinda, serta jaringan relawan dan warga melalui kanal komunikasi lapangan.
Penulis: Ain
Editor: Lisa