Samarinda, VivaNusantara – Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial RI, menjadi cara pemerintah menjangkau anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, anak terlantar, dan mereka yang hidup di bawah garis kesejahteraan.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim.
Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyebut Sekolah Rakyat sebagai bentuk konkret kehadiran negara dalam memastikan akses pendidikan yang inklusif, merata, dan menyentuh kelompok paling rentan di tengah masyarakat.
“Ini bentuk nyata komitmen negara untuk tidak membiarkan satu pun anak kehilangan hak dasar untuk bersekolah,” tegas Rahmat belum lama ini.
Disdik Kaltim diberi mandat untuk membantu proses rekrutmen guru dan kepala sekolah yang akan ditugaskan di Sekolah Rakyat. Tenaga pendidik ini nantinya akan bernaung langsung di bawah Kementerian Sosial, berbeda dengan sekolah umum yang berada di bawah dinas pendidikan.
“Lokasi masih perlu dilakukan survei mendalam karena ada sejumlah syarat teknis yang harus dipenuhi, termasuk ketersediaan infrastruktur pendukung,” jelas Rahmat.
Program Sekolah Rakyat dirancang meliputi tiga jenjang pendidikan sekaligus SD, SMP, hingga SMA, dalam satu kesatuan lembaga. Kurikulumnya tengah dirumuskan secara khusus dan hampir rampung, yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah konvensional adalah proses perekrutan siswanya.
Pemerintah melakukan pendataan secara aktif dan langsung, tanpa melalui proses pendaftaran siswa. Hal ini dilakukan melalui verifikasi faktual ke rumah-rumah, melibatkan perangkat desa, kelurahan, serta dinas sosial kabupaten/kota. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Data calon siswa disusun secara rapi dan diverifikasi langsung ke rumah masing-masing, agar benar-benar tepat sasaran.
“Ini hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” terang Rahmat.
Negara juga menanggung seluruh kebutuhan hidup peserta didik di Sekolah Rakyat. Mulai dari seragam sekolah, alat tulis, buku pelajaran, biaya makan, hingga tempat tinggal berupa asrama, semuanya disediakan gratis oleh negara.
Skema ini membuat anak-anak yang selama ini terhambat bersekolah karena faktor ekonomi kini bisa belajar dengan layak dan nyaman.
Disdik Kaltim siap mendukung penuh pengembangan sekolah ini, mulai dari pemetaan lokasi potensial, hingga penguatan sumber daya manusia pendidik.
Penulis: Elisa
Editor: Lisa