Home DaerahKota SamarindaTarget Desember, Baru Empat Insinerator yang Kelihatan Wujudnya!

Target Desember, Baru Empat Insinerator yang Kelihatan Wujudnya!

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam menekan timbunan sampah terus dikebut melalui pembangunan instalasi insinerator di sepuluh titik. Namun hingga saat ini, baru empat unit insinerator yang menunjukkan progress secara signifikan.

Empat lokasi tersebut dibangun di tahap awal telah mencapai kemajuan antara 60-80 persen, dan dijadwalkan rampung pada Desember 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa sejak dirinya menjabat, peninjauan langsung dilakukan ke sejumlah lokasi pembangunan untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana.

Empat unit yang fisiknya sudah terlihat, yaitu:

1. Jalan A.W. Syahranie (Kawasan Folder Air Hitam) Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu
2. ⁠Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road 2) Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang
3. ⁠Jalan Wanyi Kelurahan Sempaja Utara Kecamatan Samarinda Utara
4. ⁠Jalan Lempake Jaya Gang Istiqomah Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara

Sementara itu, satu titik di Jalan Jakarta II, Kelurahan Lok Bahu, mengalami pergeseran lokasi lantaran terlalu berdekatan dengan area sekolah, yakni SMPN 38 Samarinda.

“Kalau membangun insinerator itu harus benar-benar clear and clean. Jarak dengan permukiman, sekolah, dan fasilitas publik harus diperhitungkan dengan matang,” tegasnya, usai rapat hearing bersama Komisi III DPRD Samarinda, di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor DPRD Samarinda, Rabu (8/10/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso. (Foto: Ellysa)

Ia menambahkan, dari sisi teknis, seluruh insinerator telah dilengkapi sistem pengendalian emisi yang aman bagi lingkungan. “Setiap unit akan memiliki empat bak penampungan emisi karbon, untuk mengolah hasil pembakaran sebelum dilepas ke udara. Jadi, tidak ada asap hitam atau bau yang mencemari,” ujarnya menegaskan.

Suwarso memastikan, hingga kini, seluruh persiapan, baik dari sisi lahan maupun perangkat teknis, berjalan sesuai target.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa proyek insinerator ini menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang kian menumpuk setiap hari. “Kami ingin memastikan pembangunan instalasi ini optimal dari segala aspek. Landasan regulasi harus jelas, prosedur pengujian lengkap, dan proses operasionalnya terukur,” ujarnya.

Menurut Deni, dari 10 unit insinerator yang dibangun, tidak semuanya tersebar di setiap kecamatan. Ada beberapa wilayah seperti Samarinda Kota, Samarinda Ilir, dan Sungai Pinang, yang tidak mendapat jatah pembangunan karena letaknya berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Yang dibangun itu di wilayah-wilayah yang jauh dari TPA agar distribusi pengelolaan sampah lebih merata,” katanya.

Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa kapasitas mesin yang direncanakan cukup besar untuk menekan volume sampah harian.

“Dalam waktu 8 jam, satu unit insinerator bisa mengolah hingga 10 ton sampah. Kalau semua berjalan optimal, setidaknya 100 ton sampah bisa dikurangi setiap hari dari total produksi harian sekitar 600 ton. Itu pencapaian besar,” ujarnya optimistis.

Namun, ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga. “Kalau dari awal warga sudah memisahkan sampah organik dan anorganik, proses pembakaran akan lebih efisien dan hasilnya bersih. Jadi ini bukan hanya proyek pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tutupnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like