Samarinda, VivaNusantara – Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmennya dalam menjamin terpenuhinya hak anak dengan mengikuti Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) untuk Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025, Senin (16/6/2025).
Kegiatan ini digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).
Tahapan ini menandai titik strategis bagi Samarinda dalam menjemput predikat KLA kategori Utama, setelah sebelumnya meraih skor evaluasi mandiri sebesar 928,3 poin serta nilai verifikasi administrasi dari Provinsi Kaltim sebesar 846,37 poin.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa proses verifikasi kali ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan kesempatan untuk membuktikan capaian lapangan. Samarinda, lanjutnya, tidak hanya siap secara data, tetapi juga bukti fisik dan inovasi yang telah berjalan.
“Verifikasi hybrid ini bukan sekadar laporan, tapi menampilkan kerja nyata semua pihak di lapangan. Ini momentum penting menunjukkan keseriusan kita untuk masuk kategori Utama,” ujar Andi Harun.
Dalam paparan evaluasi, Pemkot Samarinda memaparkan kontribusi lintas sektor dari lebih 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan.
Program-program tersebut, seperti penyediaan taman bermain oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan, hingga penyediaan air bersih oleh PDAM, menjadi bagian tak terpisahkan dalam sistem Kota Layak Anak.
Beberapa contoh kontribusi lintas sektor seperti antara lain, PDAM melalui penyediaan akses air bersih, Dinas Perpustakaan dengan penyediaan taman bacaan, Disperkim dalam pembangunan ruang bermain anak, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui penyediaan infrastruktur ramah anak dan penyandang disabilitas.
Penulis: Intan
Editor: Lisa