Home DaerahKota SamarindaRumah Data Gatra Kencana Samarinda Dipuji BKKBN RI

Rumah Data Gatra Kencana Samarinda Dipuji BKKBN RI

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Langkah Samarinda dalam memperkuat kebijakan pembangunan berbasis keluarga kembali mendapat apresiasi dari pusat. Kali ini, pujian datang langsung dari Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) RI, Lina Widyastuti, saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Data Kependudukan (RDK) Gatra Kencana yang berlokasi di Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan bertajuk Diskusi Asik Pendidikan Kependudukan (Dak Dik Duk) yang digelar belum lama ini, sekaligus menjadi momen evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan rumah data sebagai sarana integrasi informasi sosial masyarakat di tingkat akar rumput.

“Samarinda patut diapresiasi. Hampir seluruh kelurahannya sudah memiliki rumah data. Ini menunjukkan bahwa komitmen pembangunan berbasis keluarga di sini bukan sekadar slogan,” ujar Lina.

Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) RI, Lina Widyastuti

Menurut Lina, keberadaan rumah data bukan hanya wadah penyimpanan statistik, melainkan jantung dari perencanaan pembangunan yang akurat dan tepat sasaran. Di tempat ini, tersaji beragam informasi mulai dari data kependudukan, ketahanan keluarga, cakupan program KB, hingga mobilitas penduduk.

Data-data tersebut tidak hanya dikumpulkan secara pasif, tetapi telah dimanfaatkan secara aktif untuk perencanaan program di tingkat kelurahan. Misalnya, dari data itu dapat terdeteksi jumlah anak yang belum memiliki akta kelahiran, akses sanitasi keluarga, atau angka putus sekolah.

“Dengan satu rumah data, kita bisa melihat berbagai sisi masalah lokal dan langsung menyusun intervensinya. Ini mempercepat proses pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Salah satu nilai plus dari Rumah Data Gatra Kencana adalah upayanya dalam mengadopsi teknologi digital. Proses pengumpulan data kini tak lagi bergantung pada formulir manual. Para kader rumah data sudah memanfaatkan aplikasi berbasis smartphone untuk menginput data secara real time dari lapangan.

Tak hanya di tahap input, penyajian data juga sudah menggunakan sistem web interaktif, memungkinkan masyarakat maupun stakeholder untuk mengakses informasi dengan mudah dan cepat.

“Cukup beberapa klik, kita sudah bisa melihat data sanitasi, kepemilikan dokumen, hingga jumlah penyandang disabilitas. Semuanya ditampilkan secara menarik dan interaktif,” kata Lina.

Di balik keberhasilan rumah data, Lina menekankan pentingnya peran para kader. Mereka adalah garda terdepan dalam pengumpulan dan penyajian data yang akurat. Menurutnya, kader di Samarinda tak hanya cekatan dalam teknis, tetapi juga piawai menyajikan data secara informatif dan menarik.

“Kader di sini luar biasa. Mereka bukan sekadar pengisi data, tapi komunikator informasi yang mampu mencerahkan masyarakat dan pengambil keputusan,” ungkapnya.

Secara nasional, BKKBN mencatat ada lebih dari 65 ribu rumah data tersebar di Indonesia, dengan sekitar 33 ribu di antaranya telah mencapai standar paripurna—memenuhi unsur kelengkapan data, infrastruktur, serta pemanfaatannya dalam perencanaan.

Tahun ini, BKKBN akan menggelar Lomba Apresiasi Rumah Data Kependudukan Nasional 2025. Samarinda, lewat Gatra Kencana, diharapkan mampu menjadi salah satu wakil terbaik dari Kalimantan Timur.

“Kami berharap ada rumah data unggulan dari Samarinda yang mampu tampil sebagai inspirasi nasional,” tutup Lina dengan nada optimistis.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like