Home DaerahKota SamarindaTerkendala Akses, Rantai Pasok MBG di Mahulu Terputus

Terkendala Akses, Rantai Pasok MBG di Mahulu Terputus

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mahakam Ulu hingga kini belum berjalan optimal. Hambatan utama bukan soal dukungan atau kesiapan lokal, tetapi akses wilayah yang sulit dijangkau dan belum berfungsinya Portal Agromasi, jalur strategis distribusi logistik program tersebut.

Koordinator Wilayah MBG Mahakam Ulu, Martinus, menegaskan bahwa perlambatan program bukan disebabkan oleh minimnya dukungan di tingkat daerah. Sebaliknya, kesiapan lokal, termasuk dari calon investor dan pelaku usaha setempat, sebenarnya sudah terbentuk. Namun, belum dibukanya Portal Agromasi membuat seluruh skema yang telah dirancang tidak dapat dieksekusi.

“Di tingkat lokal, kami sudah memiliki mitra yang siap berkontribusi. Persoalannya bukan pada niat atau sumber daya manusia, melainkan pada akses utama yang sampai sekarang belum dapat digunakan,” ujar Martinus saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025).

Kondisi tersebut memperlihatkan paradoks dalam pelaksanaan kebijakan nasional di wilayah pedalaman. Di satu sisi, negara mendorong percepatan pemenuhan gizi sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Di sisi lain, hambatan akses justru menutup peluang daerah untuk bergerak lebih cepat dengan memanfaatkan potensi lokal.

Portal Agromasi selama ini diposisikan sebagai jalur strategis bagi distribusi logistik dan masuknya dukungan operasional MBG. Selama akses tersebut belum difungsikan, rantai pasok program menjadi terputus, dan inisiatif lokal yang seharusnya mempercepat implementasi terpaksa tertunda.

Selain akses, kesiapan infrastruktur layanan juga masih menjadi pekerjaan rumah. Martinus menyebut pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan terpencil Mahulu belum sepenuhnya rampung. Padahal, fasilitas ini merupakan tulang punggung operasional MBG agar program tidak sekadar simbol kebijakan, melainkan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Fasilitas SPPG di wilayah terpencil masih dalam tahap penyelesaian. Kami menargetkan pembangunannya bisa dituntaskan pada awal Januari 2026,” tandasnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like