Home DaerahKota SamarindaWarga Gang Sayur 9 ‘Diserbu’ Banjir Berlumpur, Sebut Graha Mandiri 8 Biang Keroknya

Warga Gang Sayur 9 ‘Diserbu’ Banjir Berlumpur, Sebut Graha Mandiri 8 Biang Keroknya

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Warga Gang Sayur 9, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, kembali harus menghadapi banjir yang melanda kawasan mereka. Padahal, protes sudah berulang kali dilayangkan kepada pengembang Perumahan Graha Mandiri 8, baik melalui pemerintah maupun secara pribadi. Namun, limpahan air dari perumahan tersebut tetap menggenangi pemukiman warga.

Direktur Graha Mandiri Kaltim, Jimmy Sianturi berujar Kota Samarinda memang daerah yang rawan banjir, apalagi dibulan-bulan tertentu yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi, sehingga banjir memang tak dapat ditolak, pihaknya pun telah membuat polder penampungan air.

“Memang realitanya demikian, ada beberapa bulan tertentu yang hujannya cukup tinggi,” ungkapnya, Kamis (2/10/2025) saat kunjungan DLH Kota Samarinda.

Meski terjadi banjir, sejatinya warga tak akan protes jika tidak ada lumpur yang terbawa dari perumahan. Menurutnya dengan adanya folder yang disediakan tidak ada lagi sedimen lumpur yang mengalir karena telah mengendap ke dasar polder.

“Warga protes sebetulnya karena ada sedimen yang terbawa,” sebut Jimmy.

Namun, ungkapan tersebut justru terbantahkan melalui rekaman video yang dikirimkan warga Gang Sayur 9, Arbani. Dalam video rekamannya yang dikirimkan kepada Viva Nusantara, terlihat air dengan sedimen lumpur mengalir cukup deras keluar dari polder perumahan menuju pemukiman warga sekitar.

“Itu bercampur lumpur, warnanya coklat,” ungkap Arbani saat dikonfirmasi, Rabu (3/10/2025).

Arbani juga mengirimkan video lain yang menunjukkan pelataran rumahnya mulai tergenang akibat limpahan air. Kondisi ini membuat warga semakin resah karena terus berulang. Banjir di Gang Sayur 9 hari ini bukanlah yang pertama, melainkan sudah terjadi berkali-kali sejak perumahan itu berdiri di Sempaja Utara.

“Kami tak ingin selalu jadi korban limpahan, kami ingin solusinya bagaimana, karena sebelum ada perumahan, kami jarang sekali kebanjiran,” terang Arbani.

Kondisi salah satu rumah warga di Gang Sayur yang terdampak banjir, Jumat (3/10/2025). (Dok. Pribadi Warga Gg Sayur 9)

Sementara itu warga lainnya, Sultan warga setempat yang cukup vokal mengaku, akan segera membuat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar dirinya bersama warga sekitar bisa bertemu langsung dan menyampaikan keluhannya pada pemerintah terkait.

“Kami sepakat akan menghadap pak wali,” sebut Sultan.

Selain itu, Sultan turut menyebut akan mengirimkan surat ke Kementrian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) terkait keluhan mereka yang dirasa tidak diakomodir oleh DLH Kota Samarinda.

“Kami tidak mengerti, pihak DLH Samarinda justur lebih mendukung keinginan pengembang Graha Mandiri 8 ketimbanh kami warga Gg. Sayur 9,” jelas Sultan.

Lebih jauh Sultan juga akan berkoordinasi dengan seluruh Bank BUMN agar tidak melayani akad kredit Perumahan Graha Mandiri 8 sampai pengembang melaksanakan tanggung jawab sosial mereka.

“Agar tidak melulu merugikan warga khususnya GG Sayur 9 RT 35,” pungkas Sultan.

Penulis: Ain
Editor: Lisa

You may also like