Home Berita NusantaraTeror di Balik Daycare? Dugaan Kekerasan Anak di Sorosutan Yogya Bikin Geger, Polisi Pasang Garis Pembatas

Teror di Balik Daycare? Dugaan Kekerasan Anak di Sorosutan Yogya Bikin Geger, Polisi Pasang Garis Pembatas

by Redaksi
0 comments

Yogyakarta, VivaNusantara – Daycare semestinya menjadi ruang aman bagi anak-anak ketika orang tua bekerja. Tempat penitipan anak hadir untuk memberi pengasuhan, perawatan, sekaligus stimulasi pendidikan bagi bayi hingga usia prasekolah. Namun di balik fungsi itu, muncul pertanyaan besar, bagaimana jika tempat yang dipercaya justru diduga menjadi sumber trauma?

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, memantik perhatian publik. Pada 24 April 2026, peristiwa ini ramai dibicarakan di media sosial setelah beredar informasi lokasi penitipan anak tersebut telah dipasangi garis polisi.

Viral di Media Sosial, Warganet Bongkar Pengalaman Lama

Akun Threads @verinicarosita menulis bahwa sebuah daycare di wilayah Sorosutan ramai didatangi warga dan aparat hingga dipasang police line. Unggahan itu memicu ratusan tanggapan dari pengguna lain.

Sejumlah warganet mengaku pernah menitipkan anak di tempat tersebut dan baru menghubungkan pengalaman anak mereka dengan dugaan kasus yang kini mencuat.

Salah satu akun mengisahkan anaknya mendadak menolak dititipkan, menangis setiap kali diantar, bahkan mengalami ketakutan saat malam hari. Anak itu disebut trauma setiap kali diajak keluar rumah karena takut kembali dibawa ke daycare.

Cerita serupa juga datang dari akun lain yang menyebut keponakannya selalu rewel setiap hendak berangkat. Kini, anak tersebut disebut memiliki ketakutan setiap kali diajak bicara soal sekolah.

Ulasan Lama di Google Maps Kini Disorot

Sorotan publik juga tertuju pada kolom ulasan Google Maps tempat tersebut. Sejumlah akun menuliskan dugaan perlakuan kasar terhadap anak, mulai dari tangan dan kaki diikat, anak dikunci di kamar, hingga dipaksa tidur di lantai.

Salah satu ulasan yang ditulis dua tahun lalu bahkan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menitipkan anak di lokasi itu.

Komentar lain menyuarakan kemarahan publik karena tempat yang seharusnya identik dengan perlindungan anak justru diduga menjadi ruang pertama anak mengenal rasa takut dan trauma.

Tempat Aman yang Berubah Menjadi Ancaman?

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat urban yang sangat bergantung pada layanan penitipan anak. Di tengah tuntutan pekerjaan dan keterbatasan waktu, daycare menjadi pilihan banyak keluarga. Karena itu, standar keamanan, kenyamanan, dan kualitas pengasuhan tak bisa ditawar.

Kasus di Sorosutan menunjukkan bahwa kepercayaan orang tua adalah hal yang sangat mahal. Ketika kepercayaan itu runtuh, dampaknya bukan hanya hukum, tetapi juga luka psikologis pada anak yang bisa bertahan lama.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengumumkan fakta saat penggrebekan daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta menyampaikan 30 orang telah diamankan, untuk menjalani pemeriksaan insentif.

“Mereka terdiri dari para pengasuh dan pejabat di yayasan yang menaungi daycare tersebut,” jelasnya, Sabtu (25/4/2026).

Dari 103 korban, diduga sebayak 53 anak yang mengalami kekerasan.

Ia menegaskan pihaknya masih akan mendalami kasus tersebut.

Dari kasus ini masyarakat diminta untuk lebih hati-hati, satu hal jelas, anak-anak membutuhkan perlindungan nyata, bukan sekadar janji layanan.(*)

Editor : TW

You may also like