Sidoarjo, VivaNusantara – Musibah ambruknya bangunan Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, bukan hanya meninggalkan duka di tanah air, tetapi juga menggema hingga kancah internasional.
Media global seperti Reuters, The Guardian, Euronews, hingga Malay Mail menyoroti tragedi ini sebagai peringatan keras tentang pentingnya keselamatan bangunan pendidikan. Tak hanya media Barat, sejumlah stasiun televisi Asia turut menyiarkan langsung perkembangan tragedi ini.
ABEMA News Jepang menampilkan breaking news dengan judul “Sekolah Indonesia Ambruk”, sementara Channel News Asia (CNA) Singapura menyiarkan laporan tentang “Indonesia School Collapse” ke pemirsa regional.
Bahkan, tayangan terkait peristiwa ini juga masuk dalam pemberitaan Taiwan. Fakta ini menegaskan insiden di Sidoarjo telah menjadi perhatian lintas negara di Asia Timur.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (29/9/2025) sore, saat puluhan santri tengah melaksanakan salat Ashar. Dalam informasi terbaru empat orang dinyatakan meninggal dunia, adapun yang dilaporkan mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan belum dapat dipastikan jumlahnya, sedangkan korban luka ringan berjumlah 75 orang.
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI M Syafeii mengatakan tim gabungan saat ini masih berpacu dengan waktu mengingat terdapat periode krusial atau golden time dalam mengevakuasi korban dalam keadaan hidup.
“Saat ini kita mengejar golden time. Sesuai teori memang 72 jam. Namun pada saat kita sudah bisa menyentuh korban, kita sudah bisa mensuplai minuman, vitamin, bahkan infus sudah bisa kita berikan. Sehingga memungkinkan yang bersangkutan ini bisa bertahan lebih lama,” paparnya dilansir dari BBC News Indonesia, Rabu (01/09/2025).
Hingga kini, tim penyelamat bersama relawan masih berjuang melakukan pencarian di tengah reruntuhan. Upaya itu dilakukan siang dan malam, dengan harapan seluruh santri yang tertimbun dapat segera ditemukan.
Penulis: Intan
Editor: Lisa