Jakarta, VivaNusantara — Rapat Paripurna DPR RI ke-5 menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang APBN 2026 menjadi undang-undang. Ketua DPR Puan Maharani mengetuk palu usai semua fraksi menyatakan setuju.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah menetapkan 8 agenda prioritas nasional, yaitu:
1. Ketahanan Pangan
2. Ketahanan Energi
3. Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
4. Pendidikan Bermutu
5. Kesehatan Berkualitas
6. Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM
7. Pertahanan Semesta
8. Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global
Salah satu fakta yang menjadi sorotan, anggaran pendidikan dalam APBN 2026 menjadi yang terbesar dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Rp 769,1 triliun.
Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dana tersebut disiapkan agar pendidikan menjadi instrumen utama pembangunan SDM unggul dan penguatan masa depan bangsa.
Dalam pidato pengantar nota keuangan dan RAPBN 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kualitas alokasi anggaran. “APBN didesain tetap fleksibel agar adaptif dan responsif terhadap guncangan,” ucapnya.
Berdasarkan rancangan dan pernyataan pemerintah, alokasi Rp 769,1 triliun akan dialokasikan ke sejumlah program prioritas pendidikan sebagai berikut:
Kesejahteraan Guru dan Dosen Rp 178,7 triliun
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 64,3 triliun
Sekolah Rakyat Rp 24,9 triliun
KIP Kuliah & Bidikmisi Rp 17,2 triliun
Program Indonesia Pintar (SD, SMP, SMA) Rp 15,5 triliun
LPDP Rp 11,07 triliun
Sekolah Unggul Garuda Rp 3 triliun
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp 335 triliun (banyak dari anggaran pendidikan diarahkan ke MBG)
Di dalam paket LPDP sendiri, anggaran Rp 11,07 triliun akan dibagi ke:
Beasiswa Native LPDP: Rp 7,39 triliun
Beasiswa gelar & non-gelar (Kemendiktisaintek): Rp 2,94 triliun
Dana Abadi Penelitian: Rp 1,25 triliun
Dana Abadi Perguruan Tinggi: Rp 945 miliar
Beasiswa gelar & non-gelar (Kementerian Agama): Rp 735,9 miliar
Dana Abadi Kebudayaan: Rp 472,5 miliar
Pendanaan Riset LPDP: Rp 21,5 miliar
Target LPDP: 4.000 beasiswa baru serta dukungan kepada on-going awardee (13.874 orang), dan pendanaan bagi riset (25 riset baru, 75 riset lanjutan).
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing global,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam pidato RAPBN 2026 di Gedung DPR RI. Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memenuhi amanat konstitusi dengan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total APBN, dilansir dari detik.com.
Meskipun demikian, dalam pengesahan akhir UU APBN, angka anggaran pendidikan resmi berubah menjadi Rp 769,1 triliun.
Prabowo juga memperingatkan bahwa “anggaran pendidikan harus tepat sasaran,” menekankan pentingnya kualitas guru, pendidikan vokasi, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
Penulis: Intan
Editor: Lisa