Banda Aceh, 1 Desember 2025 — Aceh kembali berduka. Hujan tak henti, sungai meluap, tanah bergerak pelan lalu runtuh. Di banyak sudut provinsi, warga menghabiskan malam dengan pakaian basah, menggenggam tangan keluarga, menatap gelap sambil berharap fajar membawa kabar lebih baik.
Rilis resmi dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat betapa luasnya bencana ini menyapu kehidupan. Sebanyak 18 kabupaten/kota, 224 kecamatan, dan 1.652 gampong terdampak. Di balik angka itu, ada wajah-wajah yang kehilangan rumah, kehilangan harta, bahkan kehilangan orang yang mereka cintai.
526 Ribu Jiwa Berjuang Bertahan
Total 526.098 jiwa (104.901 KK) masuk dalam daftar terdampak.
Sebagian dari mereka kini hidup dengan tak lebih dari sekantong pakaian, obat seadanya, dan doa yang mereka panjatkan tanpa henti.
Laporan Posko menyebut:
1.286 warga luka ringan
326 luka berat
102 jiwa meninggal dunia
116 orang masih hilang
Setiap angka itu adalah kisah: seorang ayah yang tak sempat kembali ke rumah, seorang nenek yang terseret arus, seorang anak yang tak ditemukan sejak jembatan di desanya rubuh.
403 Titik Pengungsian: Di Sana Harapan Disusun Kembali

Warga terdampak banjir bandang berkumpul di gudang yang dijadikan tempat pengungsian di Desa Sumuran, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). (Foto: ANTARA)
Tercatat 403 titik pengungsian kini menjadi rumah sementara bagi 292.806 jiwa. Anak-anak bermain di lantai beralas tikar, relawan memanaskan air untuk membuat mie instan, sementara lansia menatap jauh ke luar tenda, mungkin mengingat rumah yang kini telah hanyut.
Meski dalam keterbatasan, warga saling menguatkan. Di satu sudut posko, seorang ibu membagikan kue timphan yang tersisa. Di tempat lain, pemuda gampong mengangkat kursi roda seorang penyintas menuju perahu evakuasi.
Kemanusiaan tetap hidup, bahkan ketika alam sedang murka.
Fasilitas Publik Rusak, Aceh Membahu untuk Bangkit
Bencana tak hanya merenggut keselamatan, tetapi juga menghantam sendi kehidupan:
132 perkantoran rusak
46 tempat ibadah
157 sekolah
2 pondok pesantren
Jalan dan jembatan pun tak luput:
275 titik jalan rusak
146 jembatan terputus

Personel Basarnas mengevakuasi korban banjir bandang di Sumatera Utara, Rabu (26/11/2025). (Foto: Kantor SAR Nias)
Banyak wilayah terisolasi. Bantuan harus diangkut menggunakan perahu karet, bahkan beberapa lokasi hanya dapat ditembus lewat jalur udara.
Pesan dari Posko: Pulih Bersama
Murthalamuddin, Juru Bicara Pos Komando, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang bekerja siang-malam.

Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh 2025, Murthalamuddin. (Foto: Istimewa)
“Kita berdiri bersama rakyat Aceh. Laporan akan kami perbarui secara berkala. Prinsip kita jelas: Siaga – Cepat – Respon – Pulih Bersama,” ujarnya.
Akses Informasi
Data rinci per kabupaten/kota:
https://bit.ly/LAP_TDA2025
Kontak Posko:
poskobencanaaceh@gmail.com
Ruang Media Center, Lt. 3 Kantor Gubernur Aceh
—
Di tengah banjir yang merendam ribuan gampong, Aceh tidak pernah benar-benar tenggelam. Ada semangat yang tetap menyala: dari relawan yang tak tidur semalaman, dari warga yang saling menguatkan, dan dari keyakinan bahwa Aceh pernah bangkit dari bencana lebih besar — dan akan bangkit lagi kali ini.
VivaNusantara akan terus hadir mengabarkan cerita-cerita kemanusiaan dari lapangan, karena setiap angka layak disuarakan sebagai manusia.
Penulis : Tri Wahyuni
Editor : Tri Wahyuni