Kukar, VivaNusantara – Suasana belajar di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara kini mulai tidak nyaman. Hal ini terjadi setelah mencuat dugaan pencabulan yang dilakukan seorang tenaga pengajar berinisial A terhadap tujuh santri laki-laki.
Kasus ini terkuak ketika salah satu korban keluar dari pesantren dalam kondisi depresi dan berani menceritakan pengalaman kelam yang dialaminya.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, korban lainnya mulai angkat bicara setelah mengetahui ada kasus serupa. Modus pelaku diduga memanggil korban ke kamar atau ruang kajian pada malam hari, disertai ancaman kekerasan fisik jika menolak.
Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun, membenarkan jumlah korban yang mencapai tujuh orang. “Benar, saat ini masih berproses di kepolisian,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (13/8/2025).
Para korban diketahui berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan kini menjalani pendampingan psikologis. Sementara itu, informasi lain mengungkap bahwa pelaku pernah dilaporkan atas dugaan serupa beberapa tahun lalu, namun kasus tersebut tidak berlanjut.
Penulis: Intan
Editor: Lisa