Home DaerahKabupaten Kutai KartanegaraDari Balai Desa ke Panggung Publik, Perempuan Anggana Diasah Public Speaking

Dari Balai Desa ke Panggung Publik, Perempuan Anggana Diasah Public Speaking

by Redaksi
0 comments

Kukar, VivaNusantara – Geliat pemberdayaan perempuan di wilayah pedesaan semakin nyata. Melalui pelatihan bertajuk Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Perempuan Pedesaan, para perempuan dari Kecamatan Anggana dibekali keterampilan public speaking dalam kegiatan dua hari yang mengusung tema “Berani Bicara, Berani Berdaya.”

Diselenggarakan pada 8–9 Juli 2025 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Anggana, pelatihan ini menjadi wadah penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, membangun keberanian berbicara di ruang publik, dan meningkatkan kapasitas komunikasi perempuan desa dalam berbagai konteks sosial.

Tak tanggung-tanggung, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang luar biasa, mulai dari jurnalis, akademisi, hingga legislator. Dari sisi akademik, hadir Masrani, seorang dosen yang membagikan perspektif teoritis dan praktis mengenai komunikasi publik. Dari kalangan jurnalis, ada Melisa dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, serta Ria Atia Dewi dari Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim yang mengulas teknik penyampaian pesan dari sudut pandang media.

Menariknya, public speaking juga dikupas dari sisi legislator oleh Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, yang membagikan pengalaman bagaimana kemampuan berbicara menjadi kunci dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di forum-forum resmi.

Sekretaris Camat Anggana, Eka Isnawati, dalam sambutannya mewakili Camat Anggana yang berhalangan hadir, menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan.

pelatihan bertajuk Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Perempuan Pedesaan

“Kami memahami pentingnya pelatihan seperti ini, terutama untuk meningkatkan kepercayaan diri perempuan dalam berkomunikasi dengan baik dan tepat sasaran. Ibu-ibu yang hadir hari ini adalah orang-orang terpilih. Semoga ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan dan dibagikan kembali kepada yang lain,” ujar Eka Isnawati, Selasa (8/7/2025).

Dari sisi kebijakan pemberdayaan, Anna Susilawati, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak turut menekankan, pelatihan ini adalah implementasi dari agenda nasional yang telah tertuang dalam berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender.

“Kalimantan Timur masih berada di posisi tiga terbawah dalam Indeks Pemberdayaan Gender nasional. Ini sinyal bahwa kita perlu lebih aktif dalam meningkatkan kapasitas perempuan, terutama di wilayah pedesaan,” jelas Anna.

Ia berharap melalui pelatihan ini, peserta dapat memahami teknik dasar public speaking, meningkatkan rasa percaya diri, serta menguasai komunikasi untuk berbagai situasi. Anna juga menyebut bahwa kemampuan berbicara bisa menjadi peluang ekonomi baru, terutama di era media sosial seperti TikTok dan Instagram.

“Saya pernah melihat anak petani dan penjual telur yang meraih penghasilan puluhan juta dari kemampuan berbicara di media sosial. Ibu-ibu, kita pun bisa seperti mereka! Jangan mau kalah,” serunya menyemangati.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama untuk mendorong perempuan desa agar lebih berdaya, vokal, dan percaya diri dalam menyampaikan aspirasi.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like