Samarinda, VivaNusantara – Kekeliruan sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) memicu penonaktifan ribuan kepesertaan BPJS di Kalimantan Timur. Tercatat ada ribuan warga Kaltim terdampak penonaktifan 7,3 juta kepesertaan BPJS Kesehatan, yang terjadi secara nasional.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. Bahkan di Kota Samarinda sendiri, dilaporkan sekitar 5.000 jiwa terdata hilang dari sistem. Jaya menilai, persoalan utama terletak pada sistem DTKS yang memicu penghapusan satu Kartu Keluarga (KK) secara keseluruhan, meskipun hanya satu anggota keluarga yang dinilai sudah mampu atau bekerja.
“Seharusnya yang dinonaktifkan hanya yang sudah mandiri. Tapi faktanya, satu orang keluar, satu KK ikut terhapus. Ini yang sedang kami koordinasikan ulang dengan Dinas Sosial dan Dukcapil,” tegasnya, Senin (7/7/2025).
Dilanjutkan Jaya, Pemprov Kaltim tengah mengupayakan agar data warga yang berhak tetap menerima bantuan bisa segera diverifikasi ulang dan dikembalikan ke sistem. Sementara yang memang sudah mampu dan pindah ke jalur mandiri tidak akan dimasukkan kembali.
Cara Mengaktifkan Kembali BPJS:
1. Laporkan ke Dinas Sosial setempat, jika merasa penonaktifan tidak sesuai.
2. Perbarui data kependudukan, melalui Dukcapil jika ditemukan ketidaksesuaian.
3. Tunggu proses verifikasi dan pengusulan ulang dari daerah ke pusat.
“Ini harus jadi perhatian bersama. Hak layanan kesehatan masyarakat tidak boleh hilang hanya karena kekeliruan sistem,” pungkas Jaya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa