Kutai Kartanegara, VivaNusantara – Upaya PT PLN (Persero) dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus digalakkan. Melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, PLN menyerahkan bantuan aerator kepada kelompok budidaya ikan nila Balap Maju Mapan di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Ekosistem Peduli Listrik (EPL) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Electrifying Marine. Aerator diberikan sebagai solusi atas persoalan air konda air rendah oksigen yang kerap memperlambat pertumbuhan ikan.
Selain itu, PLN turut menyalurkan bantuan tambahan berupa pakan ikan hingga freezer untuk mendukung peningkatan produktivitas petani perikanan lokal. General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan menyatakan, bantuan ini merupakan langkah awal membuka peluang baru dalam sektor ekonomi berbasis kelistrikan.
“Potensi bisnis perikanan di Kalimantan sangat besar, dan aerator listrik ini mampu meningkatkan hasil panen serta menekan biaya produksi karena tak lagi bergantung pada solar,” ujarnya, Selasa (18/6/2025).
Pihak PLN menyebut, program elektrifikasi di sektor pertanian dan perikanan telah menurunkan harga pokok produksi secara signifikan, sehingga margin keuntungan pembudidaya pun membaik. PLN juga menyampaikan, hasil dari penggunaan aerator ini akan terus dipantau untuk mengevaluasi potensi pengembangan lebih lanjut.
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyambut baik inisiatif PLN dan membuka ruang untuk mereplikasi pola serupa ke wilayah lain.
“Jika hasilnya terbukti mampu meningkatkan produktivitas, kami siap mendukung perluasan program ke kelompok tani lainnya,” ucapnya.
Pemilihan lokasi program dilakukan melalui evaluasi bersama pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat. Dalam prosesnya, PLN juga berkoordinasi dengan dinas teknis serta menjajaki peluang kolaborasi dengan kementerian atau lembaga lain untuk memperluas dampak.
“Program ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud konkret kontribusi PLN terhadap pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Bila hasil evaluasi menunjukkan dampak signifikan, aerator bahkan berpotensi menjadi produk unggulan PLN, sebagaimana kesuksesan program budidaya buah naga berbasis listrik yang kini berkembang secara nasional.
Penulis: Intan
Editor: Lisa