Home DaerahKota SamarindaBanyak yang Keliru, Ini Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Beasiswa Umum

Banyak yang Keliru, Ini Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Beasiswa Umum

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Banyak warga yang masih salah memahami konsep Sekolah Rakyat Samarinda. Program ini sering disangka sebagai beasiswa pendidikan di sekolah formal.

Padahal sejatinya merupakan lembaga pendidikan berasrama penuh dengan sistem pembinaan menyeluruh untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Hal ini disampaikan oleh staf Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Samarinda, Yusuf, saat ditemui di kantornya, Selasa (1/7/2025). Ia menyebut, program Sekolah Rakyat berbeda secara prinsip dengan skema bantuan pendidikan konvensional.

“Bukan beasiswa seperti yang umum dikenal. Anak-anak tinggal di asrama, semua kebutuhan mereka ditanggung. Ini sistem pendidikan penuh dengan pendekatan khusus,” ujar Yusuf.

Program ini ditujukan bagi anak-anak yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan kata lain, hanya mereka yang benar-benar berada di garis ekonomi terbawah yang menjadi sasaran utama.

Yusuf menambahkan, tenaga pendidik di Sekolah Rakyat dikirim langsung oleh Kementerian Pendidikan, sementara jabatan kepala sekolah ditentukan oleh Pusat Pengembangan Profesi (Pubangprov) di bawah Kementerian Sosial.

Sedangkan untuk Kota Samarinda, program ini hanya dapat diikuti oleh anak-anak yang memiliki KTP atau Kartu Keluarga domisili Samarinda.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Samarinda, Mochammad Arif Surochman, mengatakan bahwa pembangunan gedung sekolah permanen tengah dipersiapkan di kawasan Stadion Palaran. Selama masa transisi, proses belajar mengajar akan dilaksanakan di dua tempat sementara yaitu Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim di Sungai Keledang dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Karang Asam Ulu.

Saat ini, 100 siswa telah resmi diterima dalam gelombang pertama. Pendaftaran gelombang kedua masih terbuka hingga 3 Juli 2025, dengan total kuota 200 siswa, masing-masing 100 siswa untuk setiap lokasi belajar.

Untuk mendaftar, masyarakat tidak perlu membuka loket khusus. Cukup datang langsung ke Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Samarinda, lalu sampaikan maksudnya kepada petugas pelayanan. Informasi tambahan dapat diperoleh melalui kontak Yusuf (0821-5415-0282) atau Agus (0813-4635-5629).

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like