Home DaerahKota SamarindaBMKG: Siklon Tropis Tak Signifikan, La Nina Lemah Picu Hujan di Samarinda

BMKG: Siklon Tropis Tak Signifikan, La Nina Lemah Picu Hujan di Samarinda

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Meski sejumlah wilayah Indonesia dilanda cuaca ekstrem akibat pengaruh siklon tropis, BMKG memastikan Samarinda relatif lebih aman dari dampak langsung fenomena tersebut. Letak geografis kota yang berada di garis ekuator membuat pengaruh siklon tropis tidak signifikan.

Prakirawan Cuaca BMKG Samarinda, Zaki Ramdhani, menyebut siklon tropis umumnya berkembang di wilayah lintang tertentu, jauh dari garis nol derajat.

“Pengaruh siklon tropis ke Samarinda relatif kecil karena posisi kita di daerah ekuator. Wilayah pembentukan siklon itu biasanya bukan di lintang rendah seperti Samarinda,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Namun demikian, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan lebat tetap perlu diwaspadai. Saat ini, Indonesia masih berada dalam fase fenomena iklim La Nina lemah, yang berkontribusi pada peningkatan curah hujan, khususnya pada akhir hingga awal tahun.

“La Nina lemah ini cukup berpengaruh. Walaupun tidak ekstrem, tetap bisa meningkatkan intensitas dan frekuensi hujan,” jelas Zaki.

BMKG Samarinda juga menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan, terutama dengan BPBD di tingkat kota dan provinsi. Informasi peringatan dini terkait hujan lebat dibagikan secara cepat melalui jalur koordinasi tersebut.

“Kami punya grup koordinasi dengan BPBD se-Kaltim. Kalau ada potensi hujan lebat atau peringatan dini, informasi langsung kami teruskan,” katanya.

Terkait rencana aktivitas masyarakat di malam pergantian tahun, BMKG belum bisa memberikan kepastian cuaca secara mutlak. Menurut Zaki, prakiraan cuaca harus terus diperbarui karena sifat atmosfer yang cepat berubah.

“Kalau ditanya aman atau tidak, jawabannya tetap dinamis. Ada potensi hujan, tapi kami akan terus update. Masyarakat sebaiknya memantau informasi resmi BMKG secara berkala,” imbaunya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, serta tidak mengabaikan peringatan cuaca yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

“Keselamatan tetap yang utama. Pantau terus informasi dari BMKG, baik lewat media sosial maupun website resmi,” pungkas Zaki.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like