Samarinda, VivaNusantara – Di balik tingginya angka stunting di Samarinda, kebiasaan merokok dalam keluarga ternyata menjadi salah satu pemicu utama. Fakta ini terungkap dari data kolaborasi antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan Dinas Kesehatan Kota Samarinda.
“Dari tiga faktor utama penyebab stunting tahun lalu, merokok paling dominan,” ujar Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Samarinda, Waode Rosliani saat ditemui belum lama ini.
Menurutnya, asap rokok yang terpapar kepada anak, terutama dari ayah atau anggota keluarga lain, dapat memicu infeksi saluran pernapasan (ISPA) berulang. Kondisi tersebut mengganggu penyerapan nutrisi dan berdampak pada status gizi anak.
Tiga penyebab utama stunting di Samarinda adalah kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan anak, infeksi berulang, serta sanitasi yang buruk. Selain itu, pola menyusui yang belum optimal juga turut menjadi perhatian.
DPPKB mencatat sekitar 5,1 persen anak di Samarinda tergolong mengalami stunting berat, yaitu tinggi badan berada tiga standar deviasi di bawah grafik pertumbuhan anak.
Waode mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat, terutama dalam hal konsumsi makanan bergizi seimbang dan menjaga lingkungan rumah bebas asap rokok.
Penulis: Intan
Editor: Lisa