Home DaerahKota SamarindaDampak Mood Swing Terhadap Kenyamanan Orang Sekitar

Dampak Mood Swing Terhadap Kenyamanan Orang Sekitar

by Redaksi
0 comments
Samarinda, VivaNusantara – Perubahan suasana hati secara drastis atau yang dikenal sebagai mood swing tak lagi sekadar urusan pribadi. Di era interaksi sosial yang makin intens baik secara langsung maupun virtual pergeseran emosi yang tiba-tiba mulai menebar pengaruh luas.
Dari suasana rumah tangga yang jadi tegang, hingga ruang kerja yang kehilangan gairah produktif, mood swing kerap meninggalkan jejak yang tak kasat mata namun nyata terasa.
Mood adalah cuaca jiwa. Sayangnya, saat badai emosi datang, orang lain bisa ikut kehujanan.
Penelitian dari Verywell Mind menyebutkan bahwa emosi dapat menular secara tidak sadar melalui fenomena emotional contagion. Bahasa tubuh yang tertutup, nada bicara tinggi, hingga tatapan sinis dari seseorang yang sedang mengalami fluktuasi emosi, dapat mengganggu kenyamanan psikologis orang-orang di sekitarnya. Mereka yang awalnya dalam kondisi netral atau bahagia bisa ikut-ikutan terbawa arus negatif tanpa sadar, tanpa sengaja.
Dampak mood swing tak berhenti di ruang privat. Dalam dunia psikologi sosial, dikenal istilah peer contagion fenomena di mana emosi negatif, seperti kesedihan dan kecemasan, tersebar luas dalam komunitas pertemanan atau keluarga.
Sebuah studi yang dikutip oleh Teen Vogue bahkan menyebutkan bahwa berada dalam lingkaran teman yang sering mengalami depresi, memperbesar risiko individu lainnya mengalami gejala serupa.
Tak heran, bila kemudian suasana rumah, kantor, atau kelas menjadi ‘berat’ hanya karena satu atau dua orang mengalami lonjakan emosi secara ekstrem.
Menurut Verywell Health, mood swing bisa berasal dari banyak faktor diantaranya stres, kurang tidur, masalah hormon, atau kondisi kejiwaan seperti gangguan bipolar dan borderline personality disorder. Dalam banyak kasus, penderitanya tak menyadari bahwa mereka telah menjadi ‘pembawa badai’ bagi orang di sekeliling.
Sayangnya, di Indonesia, kesadaran akan pentingnya regulasi emosi masih rendah. Banyak yang menganggap ledakan emosi sebagai “bumbu kehidupan”, padahal dampaknya bisa merusak relasi dan kenyamanan sosial jangka panjang.
Psikolog klinis menyarankan beberapa langkah pencegahan agar mood swing tidak berdampak pada orang lain:
1.Sadari Pola Emosi Pribadi
Catat momen-momen saat mood Anda berubah drastis. Sadari pemicunya. Ini langkah awal untuk mencegah dampaknya pada orang lain.
2.Berkomunikasi dengan Jujur
Saat merasa tidak stabil, tidak ada salahnya mengatakan, “Aku butuh waktu sendiri,” ketimbang memaksa tetap berinteraksi dan berpotensi menyakiti orang lain.
3.Latih Regulasi Emosi
Teknik seperti mindfulness, deep breathing, dan metode RAIN (Recognize, Allow, Investigate, Nurture) terbukti membantu menstabilkan emosi.
4.Cari Bantuan Profesional
Jika mood swing mengganggu produktivitas atau hubungan sosial, konsultasi ke psikolog atau psikiater bukanlah hal yang memalukan—melainkan bentuk cinta pada diri dan sekitar.
Mood swing adalah gejala yang wajar, namun ketika berulang dan tidak dikelola, ia bisa menciptakan ketidaknyamanan emosional bagi siapa pun yang berada di sekitar. Di dunia yang sudah cukup penat, mungkin kita bisa mulai dengan menjaga badai di dalam hati agar tak menjelma jadi topan yang menyapu suasana hangat di sekitar.
Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like