Home DaerahKota SamarindaDiduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Ayah Tega Menghabisi Nyawa Dua Anak Kandung

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Ayah Tega Menghabisi Nyawa Dua Anak Kandung

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kesunyian menyelimuti Gang Bakri 1, Jalan Rimbawan 1, Kelurahan Karang Anyar, Sungai Kunjang, Samarinda, sehari setelah tragedi memilukan yang merenggut nyawa dua balita di tangan ayah kandungnya sendiri, Jumat (25/7/2025).

Rumah sederhana berwarna ungu dengan pagar kayu hijau yang menjadi lokasi kejadian, kini tertutup rapat dengan garis polisi membentang di depannya. Ani (nama samaran), salah seorang warga, masih terlihat syok ketika mengenang suasana sehari sebelumnya.

“Biasanya anak-anak itu main sama anak saya di gang ini. Tapi hari itu sepi sekali. Tidak ada suara mereka sama sekali,” ucapnya lirih, Senin (28/7/2025).

Lanjutnya, kepanikan pecah ketika nenek korban berlari meminta tolong kepada tetangga sambil terbata-bata dalam bahasa Banjar.

“Dia bilang habis dicekek, takut cucunya juga dibunuh. Kami semua langsung lari, tapi pas dicek, anak-anak sudah tidak merespons lagi,” bebernya dengan suara bergetar.

Warga lain, Amat, mengaku masih sulit mempercayai tragedi ini. “Anak-anak itu ceria sekali kalau main di sini. Tiba-tiba dengar mereka sudah tidak ada, rasanya tidak percaya,” katanya singkat.

Sementara itu, Kapolsek Sungai Kunjang AKP Yohanes Bonar Adiguna menjelaskan bahwa kedua korban langsung diautopsi setelah ditemukan tak bernyawa. “Hasil autopsi korban diduga mati lemas karena kekurangan oksigen. Dari tubuh dan leher korban tidak ada bekas luka,” beber Bonar.

Lebih jauh, Bonar menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, W diduga mengalami gangguan kejiwaan. Dalam dua bulan terakhir, perilakunya berubah menjadi lebih pendiam dan tertutup.

“Masih menjadi dugaan, karena kami masih harus ke rumah sakit jiwa untuk melakukan observasi ke pelaku ada gangguan jiwa atau enggak. Karena kita takutnya hanya pura-pura sakit jiwa aja,” tutup Bonar.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like