Samarinda, VivaNusantara – Di dunia kerja yang penuh tekanan seperti lepas pantai, komunikasi bukan hanya alat koordinasi, tapi juga kedekatan kedekatan. Hal ini terlihat dari sinergi antara PT Baruna Raya Logiatics dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM), yang membuktikan bahwa menjaga hubungan baik di tengah ombak bisa dilakukan melalui cara-cara sederhana, saling memahami, terbuka, dan kadang cukup lewat secangkir kopi.
Menurut Deky Isbiakto, Nahkoda PT Baruna Raya Logiatics, komunikasi operasional antara singgah dan mitra seperti PHM dilakukan melalui berbagai media. Mulai dari email, radio Channel 06 PAF saat proses sandar, hingga laporan yang dikirim melalui WhatsApp. Namun, dibalik alat dan prosedur itu, yang lebih penting adalah menjaga hubungan antarpribadi.
“Kalau sudah kontrak ya kita profesional. Tapi di luar itu, kita tetap teman. Hubungan baik itu kunci. Apalagi kalau kerja di laut bisa berminggu-minggu, ketemu orang yang sama setiap hari,” jelas Deky saat ditemui di Kapal Turaco PT Baruna Raya Logiatics, Minggu (27/7/2025).

Saat Tim VivaNusantara Mewawancarai Andriana, Supervisor Offshore dari PHM (Sebelah ujung kanan)
Andriana, Supervisor Offshore dari PHM, menyebut komunikasi emosional dan hubungan kekeluargaan juga merupakan bagian dari keselamatan kerja. Menurutnya, hal tersebut bahkan menjadi pondasi yang sangat penting di lapangan.
“Selama ini orang pikir K3 cuma soal alat pelindung dan SOP. Padahal kejadian itu disebabkan oleh faktor manusia,” terang Andriana. “Kalau ada yang terlihat tidak fokus, kami langsung beri waktu istirahat. Bisa jadi dia sedang ada beban pikiran—keluarga, kesehatan, atau tekanan lain.”
Itulah sebabnya, di Baruna, aspek faktor manusia sangat diperhatikan sejak proses rekrutmen. Seleksi dilakukan secara ketat agar karyawan yang bergabung tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang mendukung budaya keselamatan.
“Dari awal sudah kita tanamkan, kamu kerja di sini bukan hanya cari uang, tapi juga pulang dengan selamat. Kita punya keluarga, anak, tanggungan. Ini bukan sekedar kerja, ini tanggung jawab hidup,” tambah Deky.
Tak hanya itu, budaya saling mengingatkan pun tumbuh dengan sendirinya. Bila ada kru yang terlihat membayangkan atau kehilangan fokus, rekan-rekan akan mengingatkan, bahkan menghentikan pekerjaan untuk sementara demi keselamatan bersama.
Penulis: Intan
Editor: Lisa