Samarinda, VivaNusantara – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur, Armin, menjadi pusat perhatian setelah namanya terseret dalam aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Peduli Kalimantan Timur (GM PEKAT) di depan Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (18/9/2025).
Mahasiswa menuding Armin terlibat dalam praktik yang mereka sebut sarat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Isu yang diangkat mulai dari dugaan pemaksaan pembelian buku di toko tertentu hingga proses rekrutmen 10 guru pengganti yang dinilai jauh dari transparansi.
Mereka bahkan mendesak Gubernur Kaltim untuk mencopot Armin, dengan alasan integritasnya dianggap tak layak memimpin sektor pendidikan.
Sorotan keras ini menempatkan Armin pada posisi sulit. Namun, bukannya menanggapi dengan defensif, ia justru memilih sikap santai. Saat dimintai komentar, Armin menilai kritik mahasiswa adalah bagian dari penyampaian hak.
“Tidak masalah, itu kan memang hak nya mereka,” ujarnya singkat, di Gedung Utama (B) Kantor DPRD Kaltim, Senin (22/9/2025).
Lebih lanjut, masih dengan tanggapan yang sama, ia menilai mahasiswa yang melakukan demo hanya melakukan demokrasi dan hal tersebut sesuai dengan ketentuan.
“Demokrasi ya, bagus saja,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa