Samarinda, VivaNusantara – Provinsi Kalimantan Timur kembali mencatat capaian membanggakan dalam pembangunan manusia. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim tahun 2025 mencapai 79,39, menempatkan Benua Etam di posisi empat besar nasional sekaligus menjadi yang tertinggi se-Pulau Kalimantan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim dalam Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Kalimantan Timur 2025, yang dirilis 24 April 2026 se-Kalimantan
Angka tersebut juga melampaui rata-rata IPM nasional yang tercatat sebesar 75,90.
Dalam laporan yang dirilis pada 24 April 2026, Kaltim berada di bawah tiga provinsi dengan IPM tertinggi nasional, yakni Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan DKI Jakarta.
Tak hanya unggul secara nasional, Kaltim juga menempati peringkat pertama dibanding empat provinsi lain di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari pengamat daerah sekaligus mantan anggota DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrokman. Ia menilai keberhasilan mempertahankan posisi IPM di tengah tantangan fiskal menunjukkan konsistensi pembangunan daerah.
“Proses pembangunan itu berkelanjutan, dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya. Jika IPM Kaltim mampu bertahan di posisi ini, tentu itu juga mencerminkan keberhasilan pemerintahan saat ini,” ujarnya.
Salah satu indikator yang memperkuat posisi Kaltim adalah umur harapan hidup (UHH). Pada 2025, UHH Kaltim tercatat 75,28 tahun, tertinggi di Kalimantan dan melampaui rata-rata nasional sebesar 74,47 tahun.
Di sektor pendidikan, Kaltim juga unggul lewat indikator harapan lama sekolah (HLS) yang mencapai 14,04 tahun. Angka ini menjadikan Kaltim sebagai satu-satunya provinsi di Kalimantan dengan rata-rata proyeksi pendidikan setara Diploma II (D-II).
Sementara pada dimensi kesejahteraan, pengeluaran riil per kapita masyarakat Kaltim mencapai Rp14,25 juta per tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar Rp12,80 juta, sekaligus tertinggi di Pulau Kalimantan.
Capaian ini memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah dengan kualitas pembangunan manusia terbaik di Indonesia, sekaligus menjadi modal penting menghadapi transformasi besar menuju daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara.
(Adv/*)
Editor : TW