Home DaerahKota SamarindaEnam Tahun Hanya Wacana, Relokasi Depot Pertamina Samarinda Jadi Sasaran Protes DPRD dan Mahasiswa

Enam Tahun Hanya Wacana, Relokasi Depot Pertamina Samarinda Jadi Sasaran Protes DPRD dan Mahasiswa

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Sejak 2019 lalu Depot Pertamina Samarinda sudah diusulkan untuk segera berpindah ke Palaran. Enam tahun berlalu, rencana itu hanya dianggap wacana belaka untuk meredam keresahan masyarakat.

Hal ini pun menuai kritik keras dari DPRD Kota Samarinda dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda, mengingat depot tersebut berdiri di tengah kawasan padat penduduk dan dinilai rawan menimbulkan bencana. Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menegaskan pihaknya akan segera memanggil manajemen Pertamina untuk meminta kejelasan.

“Lokasi sekarang tidak sesuai RTRW baru dan membahayakan warga. DPRD tidak bisa lagi menunggu. Relokasi ini harus ada kepastian,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).

PMII Samarinda juga mendesak agar relokasi segera diwujudkan. Ketua Umum PC PMII Samarinda, Taufikuddin, menilai janji relokasi yang sudah dimulai dengan peletakan batu pertama pada 2019 kini mangkrak tanpa hasil.

“Kita bicara soal nyawa ribuan orang. Jangan tunggu ada tragedi baru pemerintah bertindak. Relokasi ini harus segera dijalankan,” tegasnya.

Selain soal Pertamina, PMII menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perizinan usaha. Kasus Big Mall disebut menjadi bukti nyata, karena pusat perbelanjaan itu dinilai tidak memenuhi standar keamanan.

“Tidak ada alarm, tidak ada sistem penyemprotan, fasilitas pemadam api minim. Ini jelas membahayakan pengunjung dan pekerja,” kata Taufikuddin.

Samri memastikan aspirasi mahasiswa akan ditindaklanjuti. Ia mengapresiasi aksi damai PMII yang tertib dan berbasis data. DPRD, katanya, akan membuka ruang diskusi dengan mahasiswa, Pertamina, dan dinas terkait agar relokasi tidak lagi sebatas janji.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like