Samarinda, VivaNusantara – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai masuk ke tahap krusial dalam proyek pendidikan barunya. Setelah pembangunan fisik rampung dan kelembagaan disiapkan, kini perhatian tertuju pada bagaimana sistem keuangannya ditata agar tak menyalahi aturan.
Di kawasan sekolah terpadu tersebut menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu sistem pendidikan terintegrasi. Asisten III Setda Kota Samarinda, Ali Fitri Noor, menegaskan bahwa saat ini fokus utama pemerintah bukan lagi pada kesiapan fisik atau kelembagaan karena semuanya telah rampung, melainkan pada penataan sistem pembiayaan yang tertib, hati-hati, dan sesuai dengan regulasi.
“Gedung dan organisasi sudah siap, tapi sekarang kita sedang bahas pembiayaannya karena ini sekolah swasta milik pemerintah. Harus benar-benar tertib dari sisi regulasi,” ujar Ali Fitri Noor, Jumat (11/7/2025).
Ali menyebut pendirian sekolah terpadu ini bukan proyek biasa. Ia ingin sekolah tersebut menjadi simbol kemajuan pendidikan Samarinda, tempat lahirnya siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Meski secara fisik pembangunan sekolah terpadu telah selesai, Ali menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Pemerintah tidak ingin ada celah pelanggaran dalam sistem pembiayaan lembaga pendidikan yang mengusung nama baik daerah.
“Semua proses harus tertib. Tertib dalam pendirian lembaga, tertib infrastruktur, dan yang paling penting tertib dalam pembiayaan. Karena ini menyangkut akuntabilitas publik,” jelasnya.
Saat ini, kata Ali, Inspektorat Kota Samarinda turut dilibatkan sebagai pendamping teknis untuk memastikan perencanaan anggaran tidak keluar dari jalur.
Bahkan, Inspektorat akan menjalin komunikasi intensif dengan unit pengawasan lainnya guna memastikan skema pembiayaan sekolah terpadu benar-benar solid.
“Inspektorat kami minta berkoordinasi dengan seluruh bidang pengawasan, agar skema pembiayaan ini benar-benar aman dan sesuai aturan,” tambahnya.
Terkait besaran anggaran, Ali menyebut alokasinya sudah ditetapkan dalam struktur APBD. Namun detail teknis pembiayaan masih menunggu finalisasi perencanaan dari tim lintas OPD yang terlibat dalam pembentukan sekolah terpadu tersebut.
“Kita ingin sekolah ini tidak hanya jadi unggulan, tapi juga jadi teladan dalam pengelolaan pendidikan berbasis tata kelola yang baik,” pungkasnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa