Home DaerahKota SamarindaGERDAYAK Kaltim Nilai Kehadiran Rizieq Shihab Berpotensi Picu Perpecahan

GERDAYAK Kaltim Nilai Kehadiran Rizieq Shihab Berpotensi Picu Perpecahan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Gerakan Pemuda Dayak (GERDAYAK) Kalimantan Timur menyatakan sikap terkait rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Kota Samarinda. Mereka menegaskan penolakan itu tidak berkaitan dengan agama maupun kegiatan keagamaan, melainkan pada sosok HRS yang dianggap sering menimbulkan kontroversi dan berpotensi memecah belah.

“Kami tegaskan, tidak ada penolakan terhadap Islam maupun kegiatan dakwah. Namun rekam jejak beliau selama ini sering menyampaikan ceramah provokatif, menyerang agama tertentu, suku tertentu, bahkan pemerintah dan negara. Itu yang kami khawatirkan menimbulkan perpecahan anak bangsa,” ujar Ketua Umum GERDAYAK Kaltim, Erika Siluq saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/9/2025) malam.

Ia menambahkan, kondisi Samarinda saat ini dalam keadaan damai dan masyarakat tengah berusaha menjaga ketertiban. Kehadiran tokoh yang dinilai kontroversial dikhawatirkan dapat memunculkan ketegangan sosial.

“Kami berharap panitia tidak mengundang beliau, lebih baik menghadirkan tokoh agama yang nasionalis dan menyejukkan,” tambahnya.

GERDAYAK menilai agama semestinya menjadi perekat persatuan dan kedamaian. Karena itu, mereka berharap rencana kedatangan HRS ke Samarinda dapat ditinjau kembali demi menjaga suasana kondusif di daerah.

Sebagai informasi, penolakan serupa juga muncul di Kalimantan Utara. Aliansi Masyarakat Adat Asli Kalimantan Utara (AMAKU) menyatakan keberatan atas agenda Tabligh Akbar yang rencananya dihadiri HRS di Tarakan pada Sabtu (20/9/2025). AMAKU menegaskan mereka tidak menolak kegiatan keagamaannya, namun menilai kehadiran HRS berpotensi menimbulkan gesekan.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like