Home DaerahKota SamarindaPuluhan Perusahaan Kaltim Sabet Penghargaan P2 HIV/AIDS dari Kemenaker, Bukti Kepedulian atau Sekadar Formalitas?

Puluhan Perusahaan Kaltim Sabet Penghargaan P2 HIV/AIDS dari Kemenaker, Bukti Kepedulian atau Sekadar Formalitas?

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Sejumlah perusahaan di Kalimantan Timur berhasil meraih penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) HIV/AIDS di tempat kerja tahun 2025 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2026 tentang Perusahaan Penerima Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja Tahun 2025.

Secara nasional, sebanyak 488 perusahaan menerima penghargaan dengan berbagai kategori penilaian. Dari jumlah tersebut, perusahaan asal Kalimantan Timur turut mendominasi penerima penghargaan dengan rincian 31 perusahaan meraih kategori Platinum, 54 perusahaan kategori Gold, dan 10 perusahaan kategori Silver.

Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang dinilai konsisten menjalankan edukasi, pencegahan, serta penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan kerja sesuai ketentuan perundang-undangan.

Tak hanya sektor energi dan pertambangan, sejumlah perusahaan perkebunan hingga jasa juga dinilai aktif melakukan sosialisasi, edukasi kesehatan, hingga perlindungan pekerja terkait HIV/AIDS.

Program P2 HIV/AIDS sendiri menjadi bagian penting dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas diskriminasi terhadap pekerja.

Kepala Seksi Norma K3 Bidang Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kaltim, Dedy Nugroho, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan pekerja.

“Program P2 HIV/AIDS ini merupakan bagian dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. Kami berharap perusahaan terus meningkatkan edukasi dan pencegahan agar tercipta lingkungan kerja yang bebas diskriminasi serta peduli terhadap kesehatan pekerja,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut diharapkan dapat memicu perusahaan lain di Kalimantan Timur untuk lebih serius memperkuat program kesehatan kerja, khususnya terkait pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

“Dengan adanya penghargaan ini diharapkan semakin banyak perusahaan yang peduli terhadap kesehatan pekerja serta aktif menjalankan program pencegahan HIV/AIDS secara berkelanjutan,” tutupnya.(*)

Editor : TW

You may also like